Akurat Logo

Suriah dan Israel Gelar Kontak Tingkat Tinggi Usai Serangan Pangkalan Udara Abu al-Duhur

Fitra Iskandar | 24 Agustus 2026, 08:32 WIB
Suriah dan Israel Gelar Kontak Tingkat Tinggi Usai Serangan Pangkalan Udara Abu al-Duhur
Suriah dan Israel Gelar Kontak Tingkat Tinggi Usai Serangan Pangkalan Udara Abu al-Duhur - Shafaq News

AKURAT.CO Suriah dan Israel dilaporkan menggelar kontak tingkat tinggi pada Minggu (23/8/2026) dalam upaya meredakan ketegangan setelah Israel melancarkan serangan udara terhadap pangkalan udara Abu al-Duhur di Provinsi Idlib.

Laporan tersebut pertama kali diungkap Axios dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui langsung perkembangan pembicaraan.

Dalam kontak tersebut, Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani dilaporkan bertemu dengan Kepala Mossad Roman Gofman. Namun, belum ada informasi lebih lanjut mengenai lokasi pertemuan maupun agenda yang dibahas kedua pihak.

Kantor Perdana Menteri Israel menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut. Juru bicara al-Shaibani juga belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi.

Israel Serang Pangkalan Udara Abu al-Duhur

Kontak diplomatik tersebut berlangsung setelah pesawat tempur Israel menyerang pangkalan udara Abu al-Duhur di barat laut Suriah pada Selasa dini hari.

Serangan itu menyasar landasan pacu serta sejumlah fasilitas penyimpanan di dalam kompleks pangkalan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengatakan serangan dilakukan karena kekhawatiran pemerintah Suriah hampir mengizinkan pasukan Turki ditempatkan di pangkalan tersebut.

Israel menilai kemungkinan kehadiran militer Turki di Abu al-Duhur dapat meningkatkan ancaman terhadap keamanan Israel.

Pemerintah Israel juga sebelumnya telah memperingatkan Suriah mengenai potensi penempatan pasukan Turki di lokasi tersebut.

Turki Bantah Ada Pasukan di Pangkalan

Turki mengecam serangan Israel terhadap pangkalan udara Suriah dan membantah adanya personel militer Turki di Abu al-Duhur ketika serangan terjadi.

Pemerintah Ankara juga menolak tudingan bahwa pangkalan tersebut sedang dipersiapkan sebagai fasilitas militer Turki.

Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani turut membantah informasi mengenai rencana pembentukan pangkalan militer Turki di lokasi tersebut.

Menurut al-Shaibani, tidak pernah ada rencana untuk menjadikan Abu al-Duhur sebagai pangkalan militer Turki, menempatkan pasukan Turki secara permanen, ataupun mengerahkan pasukan Turki ke fasilitas tersebut.

Suriah Sebut Pangkalan Hanya Dipulihkan

Al-Shaibani menjelaskan bahwa aktivitas di Abu al-Duhur sebenarnya hanya berkaitan dengan pemulihan fasilitas yang rusak akibat perang.

Fasilitas tersebut, menurut dia, sedang diperbaiki agar kembali dapat digunakan oleh Angkatan Udara Suriah.

Ia juga mengatakan sebagian besar area pangkalan dalam kondisi kosong ketika pesawat Israel melancarkan serangan.

Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan kekhawatiran Israel mengenai kemungkinan peningkatan kehadiran militer Turki di wilayah tersebut.

Kontak Suriah-Israel Jadi Sinyal Redakan Ketegangan

Pertemuan antara pejabat senior Suriah dan Israel menjadi perkembangan penting di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di wilayah Suriah.

Serangan terhadap Abu al-Duhur berpotensi memperumit hubungan regional, terutama karena melibatkan kepentingan Israel, Suriah, dan Turki.

Kontak langsung antara Menteri Luar Negeri Suriah dan Kepala Mossad menunjukkan bahwa kedua pihak setidaknya membuka jalur komunikasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut setelah serangan tersebut.

Meski demikian, belum diketahui apakah komunikasi tingkat tinggi itu akan menghasilkan kesepakatan konkret terkait kehadiran militer asing di Suriah maupun aktivitas militer Israel di wilayah negara tersebut.

Sumber: Shafaqnews

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.