Awak Kapal Induk USS Abraham Lincoln Sudah Stres Tidak Pulang-Pulang, Trump Anggap Enteng: Tugas Belum Lama!

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi kontroversi mengenai kondisi awak kapal induk USS Abraham Lincoln yang telah menjalani penugasan hampir sembilan bulan dalam operasi militer AS terkait perang dengan Iran.
Trump justru mengecilkan kekhawatiran mengenai lamanya masa penugasan kapal tersebut. Dalam pernyataan kepada wartawan pada Jumat sebelum bertolak ke New York, Trump mengatakan masa penugasan lebih dari 260 hari yang dijalani USS Abraham Lincoln bahkan belum terlalu lama.
Kapal induk tersebut saat ini masih mendukung operasi militer AS di kawasan Timur Tengah. Penugasan panjang itu memicu kekhawatiran mengenai kesehatan mental para pelaut, kondisi kehidupan di kapal, serta tekanan terhadap personel dan peralatan akibat pengerahan berkepanjangan.
"Kapal itu sedang bergerak sekarang, atau sebentar lagi, dan akan digantikan oleh kapal lain yang sangat mirip," kata Trump.
Ketika ditanya mengenai kekhawatiran keluarga awak kapal terhadap masa penugasan yang panjang, Trump menilai lebih dari 260 hari tersebut "belum cukup lama".
Kondisi Awak USS Abraham Lincoln Jadi Sorotan
Perdebatan mengenai kondisi di USS Abraham Lincoln mencuat setelah muncul laporan mengenai masalah kesehatan mental dan keterbatasan pasokan selama kapal menjalankan misi di Timur Tengah.
Sejumlah anggota parlemen Partai Demokrat kemudian mendesak Pentagon memberikan penjelasan mengenai kondisi para pelaut. Senator Richard Blumenthal dari Connecticut dan Senator Ruben Gallego dari Arizona termasuk di antara anggota Kongres yang meminta pertanggungjawaban terkait situasi di atas kapal.
Namun, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada Kamis membantah laporan mengenai kondisi buruk tersebut. Ia menyebut gambaran mengenai situasi di USS Abraham Lincoln telah disajikan secara keliru.
Angkatan Laut AS juga mengatakan tidak melihat peningkatan kasus keinginan bunuh diri maupun percobaan bunuh diri di atas kapal. Kendati demikian, pejabat Angkatan Laut menolak memberikan data lebih rinci dengan alasan keamanan operasional dan perlindungan privasi pasien.
Satu Pelaut Sempat Jatuh ke Laut
Di tengah kontroversi tersebut, seorang pejabat Angkatan Laut AS mengonfirmasi bahwa seorang pelaut USS Abraham Lincoln jatuh atau melompat ke laut pada awal Agustus.
Pelaut tersebut berhasil segera dievakuasi, mendapatkan perawatan dari tim medis kapal, kemudian dipindahkan dari kapal untuk menjalani perawatan lanjutan.
Pejabat tersebut tidak menjelaskan apakah insiden itu sedang diselidiki sebagai upaya bunuh diri.
Kabar tersebut semakin memperkuat perhatian terhadap kondisi psikologis awak USS Abraham Lincoln, terutama karena para pelaut telah berada dalam penugasan yang jauh lebih panjang dibandingkan masa penempatan normal.
USS George Washington Disiapkan sebagai Pengganti
Di tengah tekanan terhadap USS Abraham Lincoln, kapal induk USS George Washington telah meninggalkan pelabuhan di Da Nang, Vietnam, pada pekan lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah







