Korban Tewas di Lebanon Tembus 4.335 Orang Sejak Perang Iran, Israel Kembali Serang Selatan

AKURAT.CO Korban tewas di Lebanon akibat konflik yang menyeret negara tersebut ke dalam perang dengan Iran telah mencapai sedikitnya 4.335 orang, menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon.
Selain korban tewas, sebanyak 12.273 orang dilaporkan mengalami luka-luka sejak serangan pertama terjadi pada awal Maret.
Kantor berita nasional Lebanon, NNA, melaporkan serangkaian serangan Israel kembali terjadi di wilayah selatan Lebanon pada Sabtu malam. Serangan tersebut berlangsung di tengah upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik dan menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan.
Serangan Israel Terus Berlanjut
Serangan terbaru Israel terjadi meski Lebanon dan Israel sebelumnya telah menyepakati kerangka kerja untuk mencapai perdamaian jangka panjang.
Pada akhir Juni, kedua negara menyepakati kerangka perundingan yang mencakup upaya mewujudkan perdamaian, melucuti kelompok Hizbullah yang didukung Iran, serta membuka jalan bagi penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah Lebanon.
Namun, setelah kesepakatan tersebut, Lebanon masih melaporkan terjadinya serangan udara Israel secara berulang di wilayah selatan negara itu.
Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa kesepakatan yang dirancang untuk meredakan ketegangan belum mampu menghentikan kekerasan di lapangan.
Hizbullah Tidak Ikut dalam Perundingan
Kelompok Hizbullah tidak terlibat langsung dalam proses perundingan antara Lebanon dan Israel.
Hizbullah merupakan kelompok Syiah yang mendapat dukungan dari Iran dan selama bertahun-tahun menjadi salah satu aktor utama dalam konflik dengan Israel.
Upaya untuk melucuti persenjataan Hizbullah menjadi salah satu isu paling sensitif dalam pembicaraan mengenai masa depan keamanan Lebanon.
Pemerintah Lebanon menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan stabilitas di dalam negeri sekaligus memenuhi tuntutan terkait pengendalian senjata kelompok bersenjata tersebut.
Korban Sipil dan Masa Depan Perdamaian Lebanon
Dengan jumlah korban tewas yang telah mencapai lebih dari 4.300 orang dan ribuan lainnya terluka, konflik tersebut memberikan dampak besar terhadap Lebanon.
Serangan yang terus terjadi di wilayah selatan juga berpotensi menghambat implementasi kesepakatan yang telah disusun untuk mengakhiri permusuhan.
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa meski jalur diplomasi tetap berjalan, kondisi keamanan di lapangan masih sangat rentan terhadap eskalasi.
Pemerintah Lebanon kini menghadapi tekanan untuk memastikan wilayahnya tidak kembali menjadi arena konflik regional, sementara Israel tetap menempatkan isu keamanan dan ancaman Hizbullah sebagai salah satu alasan utama operasi militernya.
Sumber: SH
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat







