Trump Ancam Serangan Besar ke Iran, Fasilitas Nuklir Natanz Disebut Jadi Target

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Washington berencana melancarkan serangan besar terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Dalam wawancara dengan pembawa acara radio asal Amerika Serikat, Hugh Hewitt, Trump menegaskan bahwa militer AS telah menyiapkan operasi militer yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
"Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras malam ini. Dan kami akan menghantam mereka lagi dengan sangat keras besok. Tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menghentikannya," kata Trump.
Trump Isyaratkan Serangan ke Fasilitas Nuklir Natanz
Selain mengancam serangan militer secara luas, Trump juga mengindikasikan bahwa fasilitas nuklir Natanz, salah satu pusat utama program nuklir Iran, berpotensi menjadi sasaran berikutnya.
Menurut Trump, Amerika Serikat kemungkinan akan segera membombardir kompleks nuklir tersebut sebagai bagian dari operasi untuk menekan kemampuan strategis Iran.
Sumber: APA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo






