Akurat

UPDATE Amerika Serikat Resmi Serang Iran, Bombardir 3 Fasilitas Nuklir Utama

Shalli Syartiqa | 22 Juni 2025, 11:09 WIB
UPDATE Amerika Serikat Resmi Serang Iran, Bombardir 3 Fasilitas Nuklir Utama

 

AKURAT.CO Amerika Serikat secara resmi mengonfirmasi keterlibatannya dalam serangan militer terhadap Iran, menargetkan tiga fasilitas nuklir utama negara tersebut, pada Minggu (22/6/2025).

Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan yang sangat sukses di tiga situs nuklir Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Isfahan.

"Kami telah menyelesaikan serangan yang sangat berhasil di tiga situs nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Esfahan. Semua pesawat sekarang berada di luar wilayah udara Iran," tulis Trump, yang dikutip dari Truth Social.

Baca Juga: Apa Itu Zinc Sulfate Monohydrate? Ini Fungsi, Dosis, dan Cara Konsumsinya

Detail Serangan dan Lokasi yang Ditargetkan

Serangan AS menargetkan tiga fasilitas nuklir Iran, yaitu Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Presiden Trump menyatakan bahwa bom dengan muatan penuh dijatuhkan di Fordow, yang merupakan salah satu situs pengayaan uranium yang paling dijaga di Iran.

Trump juga mengklaim bahwa semua pesawat AS telah keluar dengan aman dari wilayah udara Iran setelah serangan tersebut.

Belum ada konfirmasi langsung dari pihak Iran mengenai dampak serangan ini.

Latar Belakang Konflik

Serangan udara besar-besaran AS ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, menyusul eskalasi konflik antara Iran dan Israel.

Sebelumnya, Israel telah melancarkan serangan terhadap beberapa situs militer dan nuklir di Iran sejak 13 Juni, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan puluhan drone dan rudal ke wilayah Israel.

Analis memperkirakan bahwa serangan langsung dari AS ini dapat memicu eskalasi serius di kawasan Timur Tengah.

Langkah ini juga menandai keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam konflik yang sebelumnya dipimpin oleh Israel, memperbesar risiko perang terbuka antara Iran dan aliansi Barat.

Markas Besar Khatam al-Anbiya, Komando Pusat Pertahanan Udara Iran, sebelumnya menyatakan pada Sabtu bahwa negara mana pun yang mengirimkan peralatan militer atau radar ke Israel akan dianggap sebagai pihak yang terlibat dalam agresi militer terhadap Iran dan menjadi target sah serangan balasan.

Menurut laporan media Iran, lebih dari 400 orang tewas dan sedikitnya 3.056 lainnya luka-luka akibat serangan Israel sejauh ini, sementara di pihak Israel, sedikitnya 24 orang tewas akibat serangan balasan Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah mengeluarkan peringatan keras terhadap AS, menyatakan bahwa kerugian yang akan dialami AS akan jauh lebih besar dibandingkan apa pun yang diderita Iran.

Serangan ini juga memicu kontroversi politik di dalam negeri AS.

Presiden Trump tidak meminta persetujuan Kongres sebelum melakukan serangan militer, meskipun Konstitusi AS secara eksplisit memberikan wewenang kepada Kongres untuk menyatakan perang.

Beberapa anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Republik sebelumnya telah mengajukan rancangan undang-undang yang mewajibkan Trump memperoleh persetujuan legislatif sebelum menyerang Iran.

Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Sara Jacobs, mengecam tindakan itu, menyebutnya "tidak konstitusional" dan memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat menyeret AS ke dalam perang tanpa akhir yang mematikan.

Trump dijadwalkan menyampaikan pidato kepada Rakyat Amerika pada pukul 22.00 waktu Washington D.C. (02.00 GMT) untuk menjelaskan alasan dan tujuan serangan serta memberikan pernyataan terbaru mengenai konflik tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.