Kasus Kekejaman terhadap Hewan Gemparkan AS, 117 Bangkai Anjing Ditemukan di Penampungan 'No-Kill'

AKURAT.CO Kasus dugaan kekejaman terhadap hewan menggemparkan Amerika Serikat setelah aparat menemukan sedikitnya 117 bangkai anjing yang dikuburkan di area sebuah penampungan hewan berlabel no-kill di California. Sebagian besar bangkai ditemukan dengan indikasi luka tembak, memicu penyelidikan besar-besaran terhadap pengelola fasilitas tersebut.
Penemuan mengerikan itu terjadi di Miranda's Rescue Animal Sanctuary, sebuah penampungan hewan seluas sekitar 20 hektare di Kota Fortuna, California.
Kantor Sheriff Humboldt County pada Jumat (26/6) mengungkapkan bahwa tim penyidik juga menemukan 21 tengkorak anjing, ratusan tulang, serta sisa-sisa tubuh hewan lain yang tersebar di lokasi.
Polisi Temukan Area Diduga Tempat Pembunuhan Anjing
Dalam penggeledahan yang dilakukan Kamis, penyidik menemukan sebuah area di dalam lumbung yang diduga menjadi lokasi pembunuhan anjing.
Tak jauh dari lokasi tersebut, polisi menemukan lebih dari 600 kalung anjing yang memperkuat dugaan banyaknya hewan yang pernah berada di fasilitas itu.
Sheriff Humboldt County William Honsal menggambarkan kondisi di lokasi sebagai "pemandangan yang mengerikan."
Hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan maupun dakwaan yang diajukan dalam kasus tersebut.
Banyak Bangkai Memiliki Pecahan Peluru
Tim investigasi menggunakan teknologi ground-penetrating radar untuk memindai area pemakaman di lahan terbuka.
Hasilnya, ditemukan 117 bangkai anjing yang masih utuh dalam berbagai tingkat pembusukan.
Sebanyak 70 bangkai langsung menjalani pemeriksaan sinar-X di lokasi.
Penyidik menemukan banyak di antaranya mengandung pecahan proyektil, yang mengindikasikan sebagian besar anjing kemungkinan mati akibat ditembak.
Selain itu, aparat juga menemukan sisa-sisa bangkai lain yang sudah mengalami pembusukan lebih lanjut.
Berawal dari Dugaan Penyiksaan Hewan
Penyelidikan terhadap Miranda's Rescue dimulai sejak April setelah aparat menerima informasi yang dinilai kredibel mengenai dugaan penyiksaan hewan, kekejaman terhadap hewan, penipuan, serta konspirasi.
Petunjuk awal berasal dari dua aktivis pecinta hewan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








