Didukung Trump, Abelardo de la Espriella Menang Tipis Pilpres Kolombia, Hasil Pemilu Langsung Digugat

AKURAT.CO Kandidat konservatif Abelardo de la Espriella diklaim memenangkan pemilihan presiden Kolombia setelah unggul tipis dalam putaran kedua pemungutan suara yang berlangsung sengit. Kemenangan tersebut langsung mendapat sorotan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya secara terbuka menyatakan dukungannya kepada De la Espriella.
Melalui unggahan di platform Truth Social pada Minggu, Trump menyambut hasil pemilu tersebut dengan antusias.
"Dia menang besar," tulis Trump, merujuk pada kemenangan kandidat yang didukungnya.
Namun, hasil pemilu justru memicu ketegangan politik baru di negara Amerika Selatan itu karena selisih suara yang sangat tipis dan munculnya gugatan terkait dugaan pelanggaran pemilu.
Menang Tipis Kurang dari 250 Ribu Suara
Berdasarkan hasil sementara yang dirilis Registri Sipil Nasional Kolombia, Abelardo de la Espriella dari Partai Defensores de la Patria memperoleh 49,65 persen suara setelah 99,93 persen surat suara dihitung melalui sistem penghitungan cepat.
Ia unggul tipis atas Senator Ivan Cepeda dari koalisi kiri berkuasa Pacto Historico yang memperoleh 48,7 persen suara.
Selisih kedua kandidat tercatat kurang dari 248 ribu suara, menjadikan pemilu kali ini sebagai salah satu kontestasi paling ketat dalam sejarah politik modern Kolombia.
Pemerintah dan Oposisi Berselisih Soal Hasil Pemilu
Ketegangan meningkat setelah Presiden Kolombia Gustavo Petro dan kandidat Ivan Cepeda menolak mengakui hasil tersebut sebagai keputusan final.
Kubu pemerintah menyatakan terdapat berbagai dugaan ketidakwajaran dalam proses pemungutan dan penghitungan suara. Mereka juga mengajukan tantangan hukum besar-besaran terhadap hasil pemilu dengan meminta peninjauan ulang di puluhan ribu tempat pemungutan suara.
Langkah tersebut memunculkan kebuntuan politik yang berpotensi memperpanjang ketidakpastian mengenai siapa yang akan memimpin Kolombia untuk periode 2026–2030.
Dukungan Trump Jadi Sorotan
Kemenangan tipis De la Espriella juga menarik perhatian internasional karena keterlibatan politik tidak langsung dari Presiden AS Donald Trump.
Selama masa kampanye, Trump diketahui memberikan dukungan terbuka kepada kandidat konservatif tersebut. Dukungan itu menjadi salah satu isu yang ramai diperbincangkan dalam politik Kolombia karena dianggap mencerminkan meningkatnya pengaruh kelompok konservatif di kawasan Amerika Latin.
Sementara itu, otoritas pemilu Kolombia masih menghadapi tekanan untuk memastikan transparansi proses penghitungan suara dan menyelesaikan berbagai keberatan hukum yang diajukan kubu lawan.
Dengan hasil yang masih diperdebatkan dan gugatan hukum yang terus bergulir, masa depan pemerintahan Kolombia untuk lima tahun ke depan masih berada dalam bayang-bayang ketidakpastian politik.
Sumber: AA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla







