FBI Klaim Gagalkan Rencana Serangan Teror di Ajang UFC Freedom 250 di Gedung Putih, Pelaku Siapkan Drone Bom dan Penembakan Massal

AKURAT.CO Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengumumkan berhasil menggagalkan rencana serangan teror yang menargetkan ajang bela diri campuran UFC Freedom 250 yang digelar di kompleks Gedung Putih, Washington D.C. Aparat keamanan telah menangkap sejumlah tersangka yang diduga terlibat dalam komplotan tersebut.
Direktur FBI Kash Patel mengatakan ancaman tersebut pertama kali teridentifikasi pada 10 Juni, beberapa hari sebelum acara berlangsung pada 14 Juni waktu setempat.
"Dalam operasi gabungan yang cepat antara FBI, lembaga mitra, dan Departemen Kehakiman, sejumlah individu berhasil ditangkap sehingga serangan yang tampaknya sedang dipersiapkan dapat digagalkan sebelum terjadi," tulis Patel melalui akun media sosialnya pada 16 Juni.
Menurut Patel, keberhasilan operasi ini menunjukkan komitmen aparat penegak hukum dalam melindungi keselamatan masyarakat pada acara-acara besar yang dihadiri ribuan orang.
"Kami ada untuk mendeteksi, merespons, dan membawa ke pengadilan siapa pun yang mengancam nyawa warga Amerika dalam acara yang melibatkan kerumunan besar seperti turnamen UFC bersejarah ini," ujarnya.
Lima Tersangka Didakwa
Berdasarkan laporan Fox News, The Washington Post, dan Associated Press, Departemen Kehakiman AS pada hari yang sama mengumumkan dakwaan terhadap lima tersangka berusia antara belasan hingga 30-an tahun yang berasal dari berbagai wilayah di Amerika Serikat.
Mereka diduga merencanakan pembunuhan terhadap pejabat pemerintah dan para peserta yang menghadiri UFC Freedom 250.
Dalam pernyataannya, Departemen Kehakiman menyebut para tersangka telah bersekongkol untuk merancang dan melaksanakan aksi yang berpotensi menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Sebelumnya, aparat keamanan telah mengidentifikasi sedikitnya 23 orang yang diduga tergabung dalam jaringan perencana serangan. Dari jumlah tersebut, lima orang telah ditangkap dan dijerat dengan berbagai dakwaan terkait terorisme dan konspirasi.
Rencana Serangan: Drone Bom hingga Penembakan Massal
Dokumen pengadilan yang berhasil diungkap menunjukkan bahwa kelompok tersebut menyiapkan skenario serangan berlapis yang sangat mematikan.
Para pelaku diduga berencana menerbangkan drone yang telah dimodifikasi dan dipasangi bahan peledak ke atas kerumunan penonton. Setelah ledakan terjadi dan massa panik berlarian, para tersangka disebut akan melanjutkan serangan dengan melepaskan tembakan ke arah warga yang berusaha menyelamatkan diri.
Penyidik juga menemukan bahwa komunikasi dan perencanaan aksi dilakukan melalui aplikasi media sosial TikTok serta layanan pesan terenkripsi Signal.
Acara Digelar untuk Rayakan Hari Jadi Amerika Serikat
UFC Freedom 250 digelar di South Lawn Gedung Putih sebagai bagian dari perayaan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat sekaligus memperingati ulang tahun ke-80 Presiden AS Donald Trump.
Acara tersebut berlangsung meriah dengan berbagai atraksi, termasuk dua kali pertunjukan lintas udara militer dan pesta kembang api yang berlangsung hingga lewat tengah malam.
Karena tingginya tingkat pengamanan, Administrasi Penerbangan Federal (FAA) sempat memberlakukan penghentian sementara seluruh penerbangan atau ground stop di tiga bandara utama kawasan Washington D.C. selama pertunjukan kembang api berlangsung.
Ancaman Serangan Besar Berhasil Dicegah
Kasus ini kembali menyoroti meningkatnya kekhawatiran aparat keamanan Amerika terhadap potensi serangan yang memanfaatkan teknologi komersial seperti drone serta penggunaan platform digital untuk merencanakan aksi kekerasan.
FBI menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut dan memastikan tidak ada ancaman lanjutan terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.
Sumber: Asia Today
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 7Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa








