Menteri Israel Desak Beirut Dibombardir, Tuntut 10 Gedung Dihancurkan untuk Setiap Roket dari Lebanon

AKURAT.CO Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, kembali memicu kontroversi setelah menyerukan respons militer yang lebih keras terhadap serangan yang berasal dari Lebanon. Dalam pernyataan terbarunya pada Sabtu (14/6/2026), Smotrich menuntut penghancuran 10 bangunan di kawasan Dahiyeh, Beirut, untuk setiap roket yang ditembakkan ke wilayah Israel.
Melalui unggahan di platform media sosial X, Smotrich menyatakan bahwa Hizbullah tidak boleh memanfaatkan situasi regional dan perkembangan diplomatik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran untuk meningkatkan serangan terhadap Israel bagian utara.
Menurutnya, setiap peluncuran roket maupun drone dari Lebanon harus dibalas dengan serangan besar-besaran terhadap Dahiyeh, wilayah pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah.
“Untuk setiap roket yang ditembakkan ke Israel, 10 bangunan di Dahiyeh harus dihancurkan,” tulis Smotrich, seraya mendesak agar tindakan tersebut dilakukan secepat mungkin.
Sirene Serangan Kembali Berbunyi di Israel Utara
Pernyataan keras Smotrich muncul setelah militer Israel melaporkan aktivasi sirene peringatan di sejumlah komunitas di wilayah utara negara itu akibat serangan yang berasal dari Lebanon.
Menurut militer Israel, beberapa roket diluncurkan ke arah pasukan Israel yang beroperasi di wilayah perbatasan dan area yang diduduki di Lebanon selatan. Pihak militer mengklaim tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.
Di saat yang sama, media Israel juga melaporkan adanya sebuah drone yang diluncurkan dari wilayah Lebanon dan berhasil melintasi perbatasan. Kejadian itu memicu alarm keamanan di sedikitnya dua komunitas di Israel utara.
Ketegangan Israel-Lebanon Kembali Meningkat
Insiden terbaru ini menambah ketegangan yang terus membayangi perbatasan Israel-Lebanon dalam beberapa bulan terakhir. Baku serang antara militer Israel dan Hizbullah kerap terjadi, memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan Smotrich diperkirakan akan semakin memperkeruh situasi karena menyerukan serangan langsung terhadap kawasan padat penduduk yang menjadi pusat pengaruh Hizbullah di Beirut.
Sejumlah pengamat menilai retorika keras dari pejabat senior Israel tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan politik dan keamanan yang dihadapi pemerintah Israel di tengah situasi regional yang semakin tidak menentu.
Dengan ancaman serangan lintas perbatasan yang terus berlanjut, perhatian dunia kini tertuju pada kemungkinan eskalasi baru antara Israel dan Hizbullah yang berpotensi menyeret kawasan ke dalam konflik yang lebih luas.
Sumber: AA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah







