Akurat Logo

Pembantaian Tengah Malam di Johannesburg: 12 Tewas, Geng Bersenjata Berondong Permukiman Warga

Fitra Iskandar | 10 Juni 2026, 20:59 WIB
Pembantaian Tengah Malam di Johannesburg: 12 Tewas, Geng Bersenjata Berondong Permukiman Warga
Pembantaian Tengah Malam di Johannesburg. Foto: Irishinews/AP

AKURAT.CO Sedikitnya 12 orang tewas dan sembilan lainnya terluka setelah sekelompok pria bersenjata melakukan serangan brutal di sebuah permukiman miskin di Johannesburg, kota terbesar di Afrika Selatan, pada Selasa malam waktu setempat.

Menurut kepolisian, para pelaku tiba menggunakan sebuah minibus berwarna putih di kawasan permukiman informal Cleveland, sebelum turun dan melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah warga yang berada di beberapa titik berbeda.

Serangan berdarah itu berlangsung dalam hitungan menit sebelum para pelaku melarikan diri menggunakan kendaraan yang sama.

Korban tewas terdiri dari sembilan pria dan tiga wanita. Sebelas korban meninggal di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit akibat luka tembak yang dideritanya.

Polisi memperkirakan sedikitnya 10 orang terlibat dalam aksi penyerangan tersebut. Hingga kini belum ada penangkapan yang dilakukan, sementara aparat masih memburu para pelaku dan kendaraan yang digunakan dalam aksi tersebut.

Komisaris Polisi Provinsi Gauteng, Tommy Mthombeni, mengecam keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang "kejam, tidak berperikemanusiaan, dan barbar".

"Kami masih menyelidiki motif di balik penembakan massal ini. Masih terlalu dini untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab, namun semua kemungkinan sedang didalami," katanya.

Penyelidik tidak menutup kemungkinan bahwa serangan tersebut terkait aktivitas kelompok penambang emas ilegal yang selama bertahun-tahun menjadi sumber konflik dan kekerasan di Johannesburg.

Wilayah Cleveland diketahui memiliki keterkaitan dengan aktivitas pertambangan ilegal. Geng-geng kriminal bersenjata sering memperebutkan kendali atas tambang-tambang emas terbengkalai yang masih menyimpan cadangan logam mulia.

Kelompok-kelompok tersebut kerap menggunakan permukiman informal sebagai lokasi persembunyian, tempat penyimpanan hasil tambang, sekaligus basis operasi mereka.

Meski demikian, otoritas setempat juga mempertimbangkan kemungkinan motif lain, termasuk konflik lahan dan perselisihan antar kelompok masyarakat yang telah lama terjadi di kawasan tersebut.

Suasana duka menyelimuti lokasi kejadian pada Rabu pagi. Ambulans dan petugas forensik terlihat mengevakuasi jenazah korban, sementara warga berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil, masih syok atas serangan yang terjadi saat mereka sedang beristirahat di rumah masing-masing.

Komisaris Polisi Nasional Sementara, Puleng Dimpane, mengatakan tim investigasi khusus, ahli forensik, serta unit respons taktis telah dikerahkan untuk mengusut kasus tersebut.

Menurutnya, pelacakan terhadap minibus putih yang digunakan para pelaku menjadi salah satu prioritas utama penyelidikan.

Penembakan massal ini kembali menyoroti tingginya tingkat kekerasan di Afrika Selatan. Data resmi menunjukkan negara tersebut mencatat lebih dari 23.000 kasus pembunuhan dalam satu tahun terakhir, atau rata-rata lebih dari 60 kematian setiap hari.

Meningkatnya aktivitas geng kriminal dan pertambangan ilegal bahkan mendorong pemerintah Afrika Selatan mengerahkan militer ke sejumlah wilayah berisiko tinggi sejak Maret lalu dalam operasi khusus selama satu tahun.

Langkah tersebut dianggap sebagai upaya darurat untuk menekan kekerasan yang semakin sulit dikendalikan oleh aparat kepolisian di beberapa wilayah negara itu.

Tragedi terbaru di Johannesburg kini menjadi salah satu penembakan massal paling mematikan di Afrika Selatan tahun ini, sekaligus memperkuat kekhawatiran publik terhadap semakin beraninya kelompok kriminal bersenjata beroperasi di kawasan perkotaan.

Sumber: Irishnews

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.