Presiden Iran Tegaskan Tak Akan Menyerah, Serukan Akhir Situasi ‘Tanpa Perang Tanpa Damai’

AKURAT.CO Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan perlunya mengakhiri kondisi yang ia sebut sebagai situasi "tanpa perang dan tanpa damai". Seruan ini ia sampaikan di tengah meningkatnya ketegangan militer dengan Amerika Serikat serta upaya yang masih berlangsung untuk menghidupkan kembali jalur diplomasi antara kedua negara.
Dalam sebuah acara di Teheran pada Rabu, Pezeshkian menegaskan bahwa perang bukanlah pilihan yang menguntungkan bagi Iran. Namun, ia juga menekankan bahwa negaranya tidak akan tunduk apabila kedaulatan dan martabat nasional terancam.
"Kita harus keluar dari situasi yang tidak jelas antara perang dan damai. Perang jelas bukan kepentingan negara, tetapi jika ada pihak yang mencoba melanggar martabat, tanah air, dan wilayah kami, kami tidak akan menyerah," ujar Pezeshkian.
Pernyataan tersebut muncul ketika kawasan Timur Tengah kembali dilanda ketegangan setelah serangkaian aksi militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dalam beberapa pekan terakhir.
Pezeshkian mengakui bahwa mengelola negara di tengah konflik, tekanan ekonomi, dan ancaman keamanan bukanlah tugas yang mudah. Ia menyerukan persatuan nasional untuk menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi Iran saat ini.
Menurutnya, Iran harus melangkah maju dengan tetap menjaga kehormatan nasional sekaligus menghindarkan negara dari krisis yang lebih besar di masa depan.
Presiden Iran juga menegaskan bahwa tekanan militer maupun ancaman tidak akan memaksa Teheran untuk menyerah.
"Iran tidak akan dipaksa tunduk melalui ancaman atau kekuatan militer. Musuh hanya bisa melihat penyerahan Iran dalam mimpi mereka," katanya.
Dalam pidatonya, Pezeshkian turut menyinggung serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebut tewasnya sejumlah komandan Iran sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.
Selain itu, ia menuduh pihak-pihak yang menjadi lawan Iran berupaya memecah belah masyarakat serta membangun koalisi negara-negara Arab dan Muslim untuk menekan Teheran.
Meski demikian, Pezeshkian mengklaim bahwa langkah diplomasi yang sedang dilakukan Iran di kawasan berhasil mengurangi upaya isolasi politik terhadap negaranya.
Di sisi ekonomi, Presiden Iran mengakui bahwa sanksi internasional dan hambatan perdagangan telah memberikan tekanan berat terhadap perekonomian nasional.
"Kami berada di bawah sanksi, jalur perdagangan kami dibatasi, dan kami menghadapi ujian yang berat. Menjalankan negara dalam kondisi seperti ini tentu tidak mudah," ujarnya.
Pernyataan Pezeshkian muncul hanya beberapa jam setelah terjadi eskalasi militer terbaru antara Iran dan Amerika Serikat.
Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa jet tempur AS menyerang sistem pertahanan udara dan fasilitas radar Iran di dekat Selat Hormuz sebagai respons atas jatuhnya sebuah helikopter Apache milik Angkatan Darat AS.
Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap 21 target militer Amerika Serikat yang berada di pangkalan udara dan pangkalan angkatan laut AS di berbagai lokasi kawasan Timur Tengah.
Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel terus meningkat sejak gelombang serangan yang terjadi pada akhir Februari lalu. Rangkaian aksi militer, serangan balasan, dan konfrontasi diplomatik membuat upaya perundingan antara Teheran dan Washington berada dalam kondisi yang sangat rapuh.
Meski kedua pihak masih membuka ruang diplomasi, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa risiko eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah masih jauh dari berakhir.
Sumber: Middleeastmonitor
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 4Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 7Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 8Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 9Prabowo Minta Mafia dan Kartel Haji Diberantas, Dorong Audit Forensik Keuangan
- 10KPK Dalami Setoran Berjenjang dari Kantor Pertanahan hingga Pejabat Kementerian ATR/BPN








