Petisi Viral untuk Mengusir Rohingya dari Malaysia, Aktivis HAM Ingatkan Meningkatnya Sentimen Kebencian

AKURAT.CO Sejumlah kelompok hak asasi manusia (HAM) di Malaysia memperingatkan meningkatnya sentimen kebencian terhadap pengungsi Rohingya. Fenomena itu merebak setelah sebuah petisi daring yang menyerukan agar komunitas tersebut “dipindahkan” dari Malaysia mengumpulkan lebih dari 424.000 tanda tangan.
Petisi yang diluncurkan melalui platform Change.org pada akhir bulan lalu oleh akun bernama Aku Anak Malaysia itu mendesak pemerintah Malaysia untuk mempertimbangkan pemindahan pengungsi Rohingya ke negara lain atau meningkatkan dukungan bagi mereka di wilayah asalnya di Myanmar.
Dalam petisi tersebut disebutkan bahwa keberadaan pengungsi Rohingya dinilai memberikan tekanan terhadap sumber daya, infrastruktur, dan layanan sosial di Malaysia. Selain itu, petisi juga menyinggung isu keamanan serta kekhawatiran yang berkembang di sebagian masyarakat setempat.
Hingga Senin pagi, jumlah dukungan terhadap petisi bertajuk “Remove Rohingya from Malaysia” telah melampaui 424.000 tanda tangan, meningkat tajam dari sekitar 280.000 tanda tangan yang tercatat pada pekan sebelumnya.
“Penting bagi Malaysia untuk memprioritaskan kesejahteraan dan stabilitas warganya sendiri sambil mencari solusi yang manusiawi bagi para pengungsi. Pendekatan saat ini tidak berkelanjutan,” demikian bunyi petisi tersebut.
Sentimen Anti-Rohingya Menguat di Media Sosial
Dalam beberapa pekan terakhir, sentimen negatif terhadap komunitas Rohingya semakin marak di media sosial Malaysia. Sejumlah unggahan menuduh para pengungsi tidak menghargai bantuan yang diberikan, menimbulkan gangguan sosial, hingga dianggap sebagai ancaman bagi masyarakat lokal.
Laporan media lokal juga menyebutkan kemunculan sejumlah spanduk bertuliskan “No Rohingya” di beberapa wilayah.
Pada Minggu, influencer Malaysia Miz Nyna Bukater turut membagikan tangkapan layar petisi tersebut kepada lebih dari 239.000 pengikutnya di Facebook. Ia menyebut petisi itu mencerminkan suara masyarakat yang selama ini memendam ketidakpuasan.
“Warga Malaysia mulai bertanya apakah kita sedang membantu pengungsi atau justru membangun komunitas asing yang berkembang tanpa kendali,” tulisnya.
Komisi HAM Malaysia Kecam Ujaran Kebencian
Komisi Hak Asasi Manusia Malaysia (Suhakam) menyatakan petisi tersebut muncul bersamaan dengan meningkatnya retorika diskriminatif, ujaran kebencian, serta serangan daring terhadap pengungsi Rohingya, terutama setelah perayaan Iduladha.
Menurut Suhakam, penyebaran kebencian terhadap pengungsi berpotensi merusak nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini dijunjung masyarakat.
“Ujaran kebencian tidak hanya merendahkan martabat kelompok yang rentan, tetapi juga mengikis nilai kasih sayang, empati, dan saling menghormati,” kata Suhakam dalam pernyataannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 4ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 7Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 8Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag






