Australia Jatuhkan Sanksi Baru ke Iran, Tuduh Terlibat Pelanggaran HAM dan Aktivitas Militer
AKURAT.CO Pemerintah Australia resmi menjatuhkan sanksi finansial dan larangan perjalanan terhadap sejumlah individu dan entitas asal Iran pada Selasa (12/5/2026) waktu setempat. Canberra menuding mereka terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia serta mendukung aktivitas keamanan dan militer Iran.
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, mengatakan sanksi terbaru itu menyasar tujuh individu dan empat entitas yang disebut memiliki hubungan dengan jaringan keamanan dan keuangan Iran.
Dalam pernyataannya, Wong menuduh rezim Iran melakukan tindakan represif terhadap warga sipil dan oposisi politik.
“Pada Januari, rezim Iran membantai ribuan warganya sendiri dan melakukan penangkapan massal terhadap demonstran damai, menyiksa tahanan, memaksa pengakuan, serta mencegah mereka berkomunikasi dengan keluarga,” kata Wong.
Pemerintah Australia menyebut beberapa pihak yang masuk daftar sanksi diduga terlibat dalam pengawasan terhadap aktivis dan lawan politik, termasuk penahanan warga negara asing.
Selain isu hak asasi manusia, Canberra juga menuding jaringan keuangan yang dikenai sanksi digunakan untuk mendukung kelompok bersenjata dan program rudal Iran.
Langkah Australia diumumkan bersamaan dengan sanksi tambahan dari Britania Raya sebagai bagian dari aksi terkoordinasi bersama mitra internasional.
Pemerintahan Perdana Menteri Anthony Albanese menyatakan sejauh ini Australia telah menjatuhkan lebih dari 230 sanksi terhadap individu dan entitas yang terkait dengan Iran.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 100 di antaranya disebut berhubungan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps atau Garda Revolusi Iran.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait tuduhan maupun sanksi terbaru yang diumumkan Australia tersebut.
Keputusan Canberra diperkirakan akan semakin memperburuk hubungan diplomatik antara Australia dan Iran yang dalam beberapa tahun terakhir kerap memanas akibat isu hak asasi manusia, program rudal, dan aktivitas regional Tehran.
Sumber: TRT World
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 7Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9Harmonisasi Pendidikan dan Industri, Cara Cermat TBIG Merawat Jaringan Telekomunikasi dan Asa Anak Bangsa
- 10KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN






