Meniru Tindakan di Gaza, Israel menghancurkan Kota-Kota dan Desa-Desa di Lebanon Selatan

AKURAT.CO Sebuah desa kecil di selatan Lebanon berubah menjadi puing-puing setelah serangkaian serangan dan penghancuran yang diduga dilakukan militer Israel. Wilayah Mansouri kini nyaris rata dengan tanah, menyisakan bangunan hancur, toko-toko porak-poranda, dan masjid yang hangus terbakar.
Deretan toko satu lantai terlihat hancur dengan barang dagangan berserakan di jalan. Rumah-rumah runtuh tak berbentuk, sementara menara masjid terbelah dua akibat ledakan. Sebuah kendaraan darurat milik pertahanan sipil Lebanon juga tampak remuk tertimpa reruntuhan.
Desa ini berjarak sekitar 10 kilometer dari perbatasan Lebanon dengan Israel, namun kini hanya kurang dari dua kilometer dari garis yang disebut Israel sebagai “yellow line”—zona luas yang saat ini dikuasai pasukan Israel.
Warga Kembali, Temukan Desa Jadi Puing
Seorang warga sekaligus petugas tanggap darurat, Abed Ammar (35), kembali ke desanya bersama keluarga saat gencatan senjata sementara antara Israel dan Hezbollah diberlakukan awal bulan ini.
Ia mengaku rumahnya masih berdiri meski mengalami kerusakan ringan. Namun kondisi desa secara keseluruhan sangat memprihatinkan.
“Kami masih bisa mendengar ledakan penghancuran terkontrol dari desa-desa sekitar yang kini diduduki Israel,” ujarnya.
“Suara penghancuran itu bahkan lebih keras daripada serangan udara. Kami bisa mendengarnya dengan sangat jelas dari sini,” tambahnya.
Israel Akui Lakukan Penghancuran
Militer Israel secara terbuka mengakui melakukan penghancuran terkontrol di puluhan desa di Lebanon selatan. Video yang dirilis menunjukkan bangunan-bangunan dihancurkan dalam hitungan detik melalui detonasi besar.
Israel menyatakan langkah tersebut bertujuan menghancurkan infrastruktur milik Hezbollah dan membentuk “zona penyangga” di sepanjang perbatasan guna mencegah serangan ke wilayah utara mereka.
Infrastruktur Sipil Ikut Hancur
Namun, serangkaian serangan udara dan penghancuran tersebut juga berdampak besar terhadap infrastruktur sipil. Banyak rumah, toko, dan fasilitas umum ikut hancur.
Sejumlah pakar hak asasi manusia yang ditunjuk United Nations menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum internasional.
“Kami menyaksikan penghinaan yang berkelanjutan terhadap tatanan hukum internasional, diplomasi, dan yang paling utama terhadap kehidupan warga sipil serta lingkungan di Lebanon,” tulis para ahli dalam pernyataan bersama.
Mereka juga menyoroti perintah evakuasi massal dan penghancuran permukiman yang dinilai memiliki pola serupa dengan operasi militer Israel di Gaza.
Situasi Kian Memanas
Kondisi ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah, di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda mereda. Warga sipil kembali menjadi korban utama, sementara komunitas internasional terus mendesak penghentian kekerasan dan perlindungan terhadap penduduk sipil.
Sumber: NPR
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan
- 10Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina






