Indonesia Desak PBB Selidiki Serangan terhadap Pasukan UNIFIL di Lebanon

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh atas serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
Desakan tersebut disampaikan oleh Wakil Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, dalam Sidang Darurat Dewan Keamanan PBB terkait situasi di Lebanon, Selasa (31/3/2026).
Dalam pernyataannya, Umar Hadi menyampaikan duka mendalam sekaligus kemarahan Pemerintah Indonesia atas serangan yang menimpa pasukan perdamaian.
“Kami menyampaikan duka, kemarahan, dan frustrasi mendalam dari Pemerintah dan rakyat Indonesia atas serangan terhadap pasukan pemelihara perdamaian Indonesia di UNIFIL,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri, Rabu (1/4/2026).
Sidang darurat tersebut digelar atas inisiatif Indonesia bersama Prancis sebagai bentuk komitmen terhadap misi perdamaian dunia.
Dalam peristiwa serangan pada 29–30 Maret 2026 itu, tiga prajurit TNI gugur dan lima lainnya mengalami luka-luka.
Indonesia mengutuk keras serangan tersebut dan menilai eskalasi konflik dipicu oleh serangan militer Israel yang dinilai melanggar kedaulatan Lebanon serta mengancam stabilitas kawasan.
Pemerintah menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang berdasarkan hukum internasional.
“Indonesia menuntut dilakukannya penyelidikan yang segera, menyeluruh, dan transparan,” tegas Umar Hadi.
Baca Juga: Krisis Energi Global Tekan Indonesia, DPR-Pemerintah Sepakat Perkuat Strategi WFA
Ia juga menekankan bahwa penyelidikan harus dilakukan langsung oleh PBB, bukan hanya berdasarkan penjelasan sepihak.
“Kami menuntut penyelidikan langsung oleh PBB, bukan sekadar alasan-alasan dari pihak tertentu,” ujarnya.
Selain itu, Indonesia juga mendesak adanya akuntabilitas hukum bagi pelaku serta menyampaikan sejumlah tuntutan penting, di antaranya pemulangan jenazah tiga prajurit yang gugur secara cepat, aman, dan bermartabat, serta pemberian perawatan medis terbaik bagi lima prajurit yang terluka.
Indonesia juga meminta jaminan dari seluruh pihak terkait, termasuk Israel, untuk mematuhi hukum internasional dan menghentikan tindakan agresif yang membahayakan personel serta aset PBB.
Di sisi lain, Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal PBB didorong untuk segera mengambil langkah darurat guna memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh personel UNIFIL, termasuk evaluasi protokol keamanan dan rencana evakuasi.
“Keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian harus menjadi prioritas utama. Indonesia menuntut Dewan Keamanan PBB segera bertindak tegas dan bersatu mengutuk serangan ini,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan
- 10Hanya Kompromi Politik, Fahri Hamzah Tantang DPR Tetapkan Ambang Batas Parlemen Nol atau 20 Persen







