Akademisi Malaysia Ditolak Masuk Singapura, karena Dukung Perjuangan Palestina?

AKURAT.CO Pemerintah Singapura menolak masuk seorang akademisi asal Malaysia dan menyebutnya sebagai “pengunjung yang tidak diinginkan”. Keputusan ini diambil karena yang bersangkutan dinilai terlibat dalam aktivitas politik. Didugat terkait aktivismenya mendukung perjuangan Palestina.
Kementerian Dalam Negeri Singapura pada Jumat menyatakan Fadiah Nadwa Fikri diduga mendorong sebagian anak muda di negara tersebut untuk mengikuti bentuk advokasi yang dianggap radikal. Namun, otoritas tidak merinci lebih lanjut alasan tersebut.
Fadiah, yang dikenal sebagai pengacara hak asasi manusia dan aktivis antikorupsi, menyatakan dirinya ditolak masuk dan dipulangkan ke Malaysia. Ia mengaku tidak mendapatkan penjelasan rinci terkait alasan deportasi.
“Saya meminta penjelasan, tetapi diberi tahu bahwa alasannya tidak dapat diungkapkan. Ini mengejutkan karena saya pernah tinggal di sini selama lima tahun dan memperoleh gelar doktor pada 31 Januari,” ujarnya melalui media sosial.
Fadiah sebelumnya meraih gelar doktor filsafat dari National University of Singapore pada awal tahun ini. Ia menilai penolakan tersebut sebagai bentuk serangan terhadap karya akademiknya yang berkaitan dengan isu dekolonisasi dan anti-imperialisme.
Ia juga dikenal sebagai pendukung perjuangan Palestina. Menurutnya, kunjungan ke Singapura dilakukan atas undangan mantan pembimbingnya untuk memberikan kuliah tamu sekaligus mengambil sertifikat kelulusannya.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Singapura menyatakan Fadiah diduga mendorong anak muda untuk melampaui aksi protes, termasuk memobilisasi mahasiswa dan komunitas serta melakukan tindakan yang dianggap mengganggu dan berpotensi kekerasan.
“Kami tidak akan mentolerir warga asing yang terlibat dalam politik domestik kami, maupun promosi metode protes yang melanggar hukum, bersifat kekerasan, dan mengganggu ketertiban,” demikian pernyataan kementerian.
Pemerintah Singapura menegaskan Fadiah dikategorikan sebagai “pengunjung yang tidak diinginkan” sehingga akses masuk ke negara tersebut ditolak.
Sumber: Independent
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








