Pejabat Board of Peace: Kondisi Gaza Masih Sangat Sulit, Layanan Dasar Kolaps

AKURAT.CO Seorang pejabat senior Dewan Perdamaian (Board of Peace) memperingatkan situasi di Gaza masih sangat sulit meski ada perbaikan terbatas sejak penerapan fase pertama gencatan senjata.
Perwakilan Tinggi Gaza dari Dewan Perdamaian, Nickolay Mladenov, menyampaikan hal itu dalam sidang Dewan Keamanan PBB terkait Palestina. Ia mengatakan layanan dasar di Gaza masih beroperasi jauh di bawah kapasitas sebelum perang.
“Sistem layanan kesehatan dalam kondisi kolaps dan tidak ada ekonomi yang berjalan,” ujarnya.
Mladenov menguraikan tiga prioritas mendesak. Pertama, perlintasan Rafah harus tetap dibuka dan memungkinkan lebih banyak orang keluar-masuk Gaza. Ia memperingatkan pembatasan di perlintasan tersebut akan menghambat pelaksanaan fase kedua gencatan senjata.
Kedua, terkait bantuan kemanusiaan, ia menilai arus bantuan saat ini belum memadai dibandingkan kebutuhan di lapangan. Ia menekankan jumlah truk bantuan yang masuk ke Gaza perlu segera ditingkatkan.
Baca Juga: Board of Peace Bentukan Trump Ajukan Proposal Pelucutan Senjata Hamas di Kairo
Selain itu, ia menyebut jalur distribusi bantuan sebenarnya sudah siap, namun akses harus diperbaiki agar penyaluran lebih efektif.
Mladenov juga mendorong percepatan penyediaan hunian sementara. Menurutnya, lebih dari 2 juta warga Gaza tidak bisa terus hidup dalam kondisi yang tidak layak.
Ia menegaskan implementasi penuh kesepakatan gencatan senjata menjadi kunci, karena mencakup pelucutan senjata, rekonstruksi, transisi sipil, hingga penyatuan kembali institusi Palestina dalam satu rangkaian proses.
Sementara itu, utusan Amerika Serikat, Mike Waltz, mengakui upaya kemanusiaan saat ini masih belum mencukupi.
“Masih banyak yang harus dilakukan. Kami masih memiliki jalan panjang,” katanya dalam forum yang sama.
Ia menambahkan Washington terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat akses bantuan ke dan di dalam Gaza. Menurutnya, kebutuhan akan hunian yang lebih permanen dan layanan kesehatan juga masih mendesak, di tengah penurunan jumlah truk bantuan yang masuk dalam beberapa waktu terakhir.
Sumber: TRTWorld
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 520 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 6Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya







