Arab Saudi Peringatkan Iran: Serangan ke Wilayah dan Aset Energi Bisa Picu Balasan

AKURAT.CO Arab Saudi memperingatkan Iran bahwa serangan terhadap wilayah kerajaan dan sektor energinya dapat memicu respons balasan dari Riyadh. Pesan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan akibat konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Empat sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Riyadh sebenarnya lebih menginginkan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik. Namun jika serangan Iran terus berlanjut, Arab Saudi tidak akan tinggal diam.
Pesan itu disampaikan sebelum Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Sabtu (7/3) menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara Teluk yang terdampak serangan Iran. Pernyataan itu dinilai sebagai upaya meredakan kemarahan kawasan setelah serangan Iran dilaporkan mengenai sejumlah target sipil.
Komunikasi Riyadh–Teheran
Dua hari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud, melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi.
Dalam percakapan tersebut, Faisal menegaskan posisi Riyadh yang terbuka terhadap segala bentuk mediasi untuk meredakan konflik dan mencapai penyelesaian melalui negosiasi.
Ia juga menekankan bahwa Arab Saudi maupun negara-negara Teluk lainnya tidak memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udara atau teritorinya guna melancarkan serangan terhadap Iran.
Baca Juga: Di Tengah Kontak Diplomatik yang Intens Riyadh–Teheran, Arab Saudi Cegat Rudal dan Drone Iran
Namun Faisal juga memperingatkan bahwa jika serangan Iran terus menargetkan wilayah Saudi atau infrastruktur energi kerajaan, Riyadh bisa mengizinkan pasukan AS menggunakan pangkalan militer di wilayahnya untuk operasi militer.
Menurut sumber tersebut, Arab Saudi juga akan melakukan pembalasan jika fasilitas energi strategisnya kembali diserang.
Kontak Diplomatik Tetap Berlangsung
Sumber-sumber tersebut menyebutkan bahwa Riyadh tetap menjaga komunikasi rutin dengan Teheran melalui duta besarnya sejak kampanye militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.
Serangan itu terjadi setelah runtuhnya perundingan mengenai program nuklir Iran.
Hingga kini, kementerian luar negeri Arab Saudi dan Iran belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







