Keluarga Korban Serangan Militer AS di Karibia Cari Keadilan: Korban Bukan Penyelundup Narkoba, Hanya Nelayan

AKURAT.CO Keluarga seorang pria Kolombia yang tewas dalam serangan militer Amerika Serikat di Karibia resmi mengajukan gugatan ke panel hak asasi manusia di Washington. Gugatan ini diajukan setelah keluarga korban serangan militer AS menolak tuduhan bahwa kapal tempat korban berada membawa narkotika.
Alejandro Carranza Medina, 42 tahun, tewas pada 15 September dalam operasi militer antinarkotika Amerika Serikat. Namun keluarganya bersikeras bahwa Carranza hanyalah seorang nelayan yang tengah bekerja di laut terbuka, bukan bagian dari kartel narkoba.
Carranza menjadi salah satu dari lebih dari 80 orang yang tewas dalam beberapa pekan terakhir akibat serangan militer AS di Karibia dan Pasifik Timur. Washington mengklaim kapal-kapal tersebut membawa narkoba, namun hingga kini tidak memberikan bukti publik.
Pihak keluarga dan beberapa pemerintah di Amerika Latin menyampaikan bahwa sejumlah korban adalah nelayan. Organisasi hak asasi manusia juga menilai serangan tersebut ilegal, bahkan jika sasaran adalah pelaku kejahatan narkotika.
Tuduhan terhadap Pemerintah AS
Dalam dokumen gugatan yang dilihat AFP, keluarga Carranza menyatakan bahwa Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS, bertanggung jawab atas operasi pengeboman kapal yang menewaskan korban.
“Kami tahu bahwa Pete Hegseth memerintahkan pengeboman terhadap kapal seperti milik Alejandro Carranza Medina dan pembunuhan terhadap semua orang di atas kapal tersebut,” demikian isi gugatan itu.
Gugatan tersebut menilai Amerika Serikat telah melanggar sejumlah hak dasar Carranza, termasuk hak hidup dan hak atas proses hukum yang adil.
Keluhan tersebut diajukan ke Inter-American Commission on Human Rights (IACHR), lembaga di bawah Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) yang berfokus pada perlindungan hak asasi manusia.
Keluarga juga menuding Presiden Donald Trump merestui tindakan tersebut dan memperkuat kebijakan serangan terhadap kapal yang diduga terkait narkotika.
Respons Pemerintah AS
Meski muncul kritik internasional, Pentagon menyatakan operasi tersebut sah. Menteri Pertahanan menegaskan bahwa Amerika Serikat “baru memulai” upaya menghancurkan kapal yang diduga membawa narkoba.
Sementara itu, juru bicara Pentagon Kingsley Wilson mengatakan bahwa seluruh serangan dilakukan sesuai hukum AS dan hukum internasional, termasuk aturan konflik bersenjata.
Reaksi Keluarga dan Pemerintah Kolombia
Dalam wawancara sebelumnya dengan AFP, istri korban, Katerine Hernandez, mengatakan bahwa Carranza adalah “pria baik” dan tidak memiliki hubungan dengan perdagangan narkoba. Ia meninggalkan empat anak.
Presiden Kolombia Gustavo Petro mengecam serangan tersebut sebagai “eksekusi di luar proses hukum.” Petro juga menyatakan bahwa pemerintah Kolombia akan membantu keluarga korban mencari keadilan.
Ketegangan Diplomatik Meningkat
Serangan militer Amerika Serikat ini memperburuk hubungan Washington dengan beberapa negara di kawasan. Presiden Venezuela Nicolas Maduro menuduh AS menggunakan perang narkoba sebagai alasan untuk campur tangan politik.
Hubungan Bogota dan Washington juga memburuk karena kritik Petro terhadap kebijakan migrasi dan operasi militer Amerika Serikat, yang membuat pemerintah AS menjatuhkan sanksi politik serta menuduh Petro terkait jaringan narkotika.
Meskipun Amerika Serikat telah menghapus Kolombia dari daftar sekutu dalam perang melawan narkoba, Washington belum mengeluarkan sanksi yang lebih berat—diduga menunggu perubahan pemerintahan setelah pemilu Kolombia 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla








