Salju Lebat di Jepang Tewaskan 46 Orang dan Picu Kekacauan Transportasi

AKURAT.CO Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang melaporkan salju lebat di Jepang selama hampir tiga pekan telah menewaskan sedikitnya 46 orang dan melukai 558 lainnya. Cuaca ekstrem juga menyebabkan gangguan lalu lintas luas, terutama di wilayah pesisir Laut Jepang.
Hujan salju yang terus berlangsung sejak akhir Januari menimbun sejumlah komunitas di wilayah utara dan memicu berbagai kecelakaan. Kepolisian dan pejabat daerah menyebut banyak korban meninggal akibat tertimpa runtuhan salju dari atap bangunan atau terjatuh saat membersihkan salju.
Wilayah Utara Tertimbun Salju Tebal
Di Aomori, salah satu pusat kota utama di Jepang utara, ketebalan salju di permukaan tanah mencapai sekitar 1,3 meter, menurut Badan Meteorologi Jepang. Kondisi ini menyulitkan aktivitas warga dan memperlambat mobilitas.
Otoritas setempat terus mengeluarkan peringatan keselamatan dan meminta warga berhati-hati saat membersihkan salju di atap maupun halaman rumah.
Jepang Waspadai Potensi El Nino
Badan meteorologi Jepang juga menyampaikan kemungkinan munculnya fenomena El Nino pada musim panas mendatang mencapai 60 persen. Untuk musim semi, peluang terjadinya El Nino diperkirakan sebesar 50 persen, dengan peluang kondisi netral tetap 50 persen.
El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Kebalikannya, La Nina ditandai suhu laut yang lebih dingin dari normal dan sering dikaitkan dengan banjir maupun kekeringan di berbagai wilayah dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









