AKURAT.CO Pemerintah Korea Selatan (Korsel) meminta Kedutaan Besar Rusia di Seoul untuk mencopot spanduk bertuliskan “Victory will be ours” yang terpasang di bagian luar gedung kedutaan.
Kementerian Luar Negeri Korsel menyampaikan keprihatinan bahwa slogan berbahasa Rusia tersebut dipersepsikan sebagai rujukan terhadap perang Rusia di Ukraina dan berpotensi memicu ketegangan dalam hubungan Seoul dengan negara lain, demikian dilaporkan kantor berita Yonhap.
Hingga kini, pihak Kedutaan Rusia belum menurunkan spanduk tersebut. Yonhap menyebut kondisi itu dapat dipandang oleh otoritas Korsel sebagai pelanggaran etika diplomatik.
Kementerian Luar Negeri Korsel mengonfirmasi telah menyampaikan permintaan resmi kepada pihak Rusia. “Kami telah menyampaikan posisi kami kepada pihak Rusia terkait pemasangan spanduk di dinding luar Gedung Kedutaan Rusia di Republik Korea,” demikian pernyataan kementerian kepada RIA Novosti.
Selain itu, kementerian juga menyatakan ketidakpuasan atas sejumlah pernyataan terbaru Duta Besar Rusia untuk Korsel, Georgy Zinoviev, tanpa merinci pernyataan yang dimaksud.
Sebelumnya, pada 20 Februari, Kementerian Luar Negeri Korsel menyatakan tengah berkonsultasi dengan NATO terkait berbagai langkah dukungan bagi Ukraina, termasuk kemungkinan bergabung dalam inisiatif PURL.
Menanggapi hal tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova memperingatkan bahwa Moskow akan mengambil langkah balasan jika Seoul ikut serta dalam inisiatif tersebut. “Dalam hal itu, kami akan terpaksa menggunakan hak kami untuk mengambil tindakan balasan, termasuk yang bersifat asimetris,” ujarnya.