Amazon Akan Pangkas 16.000 Karyawan Global, Email Internal PHK Sempat Tersebar

AKURAT.CO Raksasa e-commerce asal Amerika Serikat, Amazon, mengonfirmasi akan memangkas sekitar 16.000 karyawan di seluruh dunia. Kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) ini terungkap setelah sebuah email internal terkait rencana tersebut tidak sengaja tersebar ke kalangan pegawai.
Email tersebut dikirim pada Selasa malam (27/1) oleh Senior Vice President Applied AI Solutions Amazon Web Services (AWS), Colleen Aubrey. Dalam pesan itu dijelaskan rencana pengurangan karyawan di berbagai wilayah dan tim AWS.
Menurut laporan BBC, email tersebut dikirim secara tidak sengaja dan bahkan menyertakan undangan kalender berjudul “Send Project Dawn email”, yang diduga merupakan nama sandi internal Amazon untuk program PHK. Meski isi email mengindikasikan adanya pemangkasan tenaga kerja, para karyawan saat itu belum menerima pemberitahuan resmi dari perusahaan.
Tak lama setelah terkirim, email tersebut dibatalkan. Namun pada Rabu (28/1), Amazon secara resmi mengumumkan adanya “perubahan organisasi” yang akan berdampak pada ribuan pekerjanya.
Pemangkasan ini setara dengan sekitar 10 persen dari total tenaga kerja korporat Amazon. Kepala Sumber Daya Manusia Amazon, Beth Galetti, mengatakan perusahaan tengah berupaya memberikan dukungan maksimal bagi karyawan yang terdampak.
Galetti menjelaskan, sebagian besar karyawan yang berbasis di Amerika Serikat akan diberikan waktu hingga 90 hari untuk mencari posisi lain di internal Amazon. Bagi mereka yang tidak mendapatkan peran baru atau memilih keluar, perusahaan menyiapkan paket bantuan transisi, termasuk pesangon, layanan penempatan kerja, serta manfaat asuransi kesehatan.
Ia juga menegaskan bahwa gelombang PHK ini bukan awal dari pola pemangkasan rutin. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari penyelesaian restrukturisasi organisasi yang belum tuntas sejak pengumuman pemotongan 14.000 posisi korporat pada Oktober lalu.
“Kami terus berupaya memperkuat organisasi dengan mengurangi lapisan birokrasi, meningkatkan kepemilikan kerja, dan menyederhanakan struktur,” ujar Galetti. Ia menambahkan, Amazon tetap akan merekrut karyawan dan berinvestasi di sektor-sektor strategis ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








