Akurat

Tegang dengan Iran, AS Minta Beberapa Personelnya Tinggalkan Pangkalan Militer di Qatar

Kumoro Damarjati | 14 Januari 2026, 22:15 WIB
Tegang dengan Iran, AS Minta Beberapa Personelnya Tinggalkan Pangkalan Militer di Qatar


AKURAT.CO Beberapa personel militer Amerika Serikat (AS) di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, telah diminta untuk meninggalkan fasilitas itu sebagai langkah antisipasi karena meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, kata tiga diplomat kepada Reuters, Rabu (14/1). Langkah tersebut disebut sebagai perubahan posisi (posture change) dan bukan evakuasi besar-besaran.

Nasional utama Pangkalan Al Udeid merupakan basis militer terbesar AS di Timur Tengah, yang diperkirakan menampung sekitar 10.000 personel militer, termasuk pasukan Angkatan Udara, staf pendukung, dan personel dari negara sekutu.

Permintaan pengosongan sebagian personel itu berlaku hingga Rabu malam waktu setempat, namun pejabat AS maupun Kedutaan Besar AS di Doha belum memberikan komentar resmi terkait langkah ini. Pemerintah Qatar melalui Kementerian Luar Negeri juga belum merespons permintaan konfirmasi dari Reuters.

Ketegangan Meningkat di Kawasan

Langkah antisipatif itu terjadi di tengah meningkatnya ancaman eskalasi konflik antara AS dan Iran, yang dipicu oleh krisis politik serta demonstrasi anti-pemerintah di Iran. Iran telah memperingatkan negara-negara tetangga bahwa basis militer AS di wilayah mereka dapat menjadi target jika Washington melakukan serangan terhadap Teheran, demikian laporan Reuters.

Ketegangan ini diperburuk oleh sinyal politik Washington yang mempertimbangkan kemungkinan intervensi militer sebagai respons terhadap tindakan keras pemerintah Iran terhadap demonstran. Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menyatakan kemungkinan mengambil “tindakan sangat kuat” apabila eksekusi terhadap para pengunjuk rasa dilaksanakan, menurut laporan Al Jazeera.

Langkah Qatar di Pangkalan

Pemerintah Qatar menyatakan telah mengambil langkah pencegahan di pangkalan militer yang dikelola AS, termasuk pengosongan sebagian personel sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi ancaman regional. Pernyataan resmi dari International Media Office Qatar menekankan bahwa tindakan ini diambil guna melindungi warga dan infrastruktur penting, termasuk fasilitas militer.

Pangkalan Al Udeid merupakan basis strategis bagi Komando Pusat AS (U.S. Central Command/CENTCOM) di kawasan, berperan penting dalam operasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah selama bertahun-tahun.

Situasi Regional yang Rawan

Sebelumnya pada pertengahan 2025, pangkalan ini juga sempat menjadi target serangan rudal Iran setelah serangkaian aksi militer yang melibatkan AS dan Iran, meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, menurut laporan Reuters dan sumber lainnya.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus menjadi perhatian internasional karena berpotensi memicu konflik yang lebih luas di kawasan Teluk Persia dan berdampak pada keamanan regional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.