Anies Kritisi Penangkapan Presiden Maduro Oleh AS, Desak Indonesia Ambil Peran di PBB

AKURAT.CO Mantan Capres RI, Anies Baswedan, ikut mengkritisi serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela.
Menurutnya, serangan ke Venezuela bertentangan dengan prinsip-prinsip kedaulatan dan multilateralisme yang telah lama diperjuangkan AS.
Terlebih, dalam serangan tersebut, AS juga turut menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya dan telah diterbangkan ke New York.
"Sebagai negara yang mengklaim sebagai penjaga demokrasi global, tindakan unilateral ini menimbulkan pertanyaan serius tentang konsistensi prinsip-prinsip tersebut, terutama di dunia multipolar saat ini di mana pengaruh Rusia dan Tiongkok di Amerika Latin semakin kuat," jelas Anies, melalui akun X @aniesbaswedan, Minggu (4/1/2026).
Disa mengaku khawatir, serangan dan penangkapan tersebut akan menyebabkan ketidakstabilan global.
Anies pun mengimbau Indonesia untuk tetap waspada dan lebih strategis dalam menentukan arah kepentingan nasional.
Baca Juga: Yang Harus Diketahui Setelah AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro
"Hal ini berisiko memicu ketidakstabilan yang meluas, memaksa negara-negara seperti Indonesia untuk menavigasi kepentingan nasional kita secara lebih strategis, daripada sekadar mengikuti arus ideologis," ujarnya.
Menurut Anies, apa yang terjadi pada Venezuela juga menjadi preseden bagi negara-negara berkembang lainnya.
"Ini melampaui pelanggaran kedaulatan. Ini adalah upaya yang disengaja untuk membatasi kebebasan negara-negara Selatan dalam mengelola sumber daya mereka sendiri," tuturnya.
Untuk itu, dia mendorong negara-negara berkembang untuk memperkuat solidaritas dan melindungi prinsip-prinsip nonintervensi yang telah lama diperjuangkan.
Anies menilai sudah saatnya Indonesia mengembangkan diplomasi yang lebih proaktif.
"Indonesia memiliki kesempatan untuk memimpin inisiatif di PBB untuk memperkuat suara negara-negara berkembang, khususnya mengenai sumber daya strategis," tuturnya.
Baca Juga: Dino Patti Djalal: Serangan AS ke Venezuela Tanda Dunia Masuk Era Hukum Rimba
"Ini bukan sekadar respons moral tetapi strategi bertahan hidup di dunia yang terfragmentasi, yang menekankan kepemimpinan yang membangun jembatan daripada menyerah pada kekuatan-kekuatan yang destruktif," tambah Anies, yang juga mantan Gubernur Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








