Akurat

"Mantan Presiden Brasil Bolsonaro Ingin Melarikan Diri Pakai Modus Menghilang di Kerumunan Pendemo"

Kumoro Damarjati | 23 November 2025, 06:15 WIB
  "Mantan Presiden Brasil Bolsonaro Ingin Melarikan Diri Pakai Modus Menghilang di Kerumunan Pendemo"


AKURAT.CO Mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, kembali ditahan pihak berwenang setelah Mahkamah Agung menilai ia memiliki “risiko konkret untuk melarikan diri” saat menjalani tahanan rumah. Bolsonaro sebelumnya dijatuhi hukuman lebih dari 27 tahun penjara atas keterlibatannya dalam rencana kudeta pada September, tetapi masih berada dalam tahanan rumah sambil menunggu proses banding.

Hakim Mahkamah Agung Brasil, Alexandre de Moraes, mengatakan keputusan penahanan diambil sebagai langkah pencegahan setelah muncul “fakta baru”. Bolsonaro, 70 tahun, mengaku sempat mencoba membuka gelang pemantau elektroniknya dengan solder, namun membantah ingin melepas perangkat tersebut.

Pihak pengadilan menyebut ia diduga berencana memanfaatkan kerumunan dalam aksi yang digelar di sekitar rumahnya untuk melarikan diri.

Dalam dokumen pengadilan, Moraes menyebut informasi dari pusat pemantauan menunjukkan adanya indikasi bahwa Bolsonaro berusaha merusak gelang elektronik untuk memuluskan rencana kaburnya. Situasi itu dinilai bisa terbantu oleh “kekacauan” dari aksi demonstrasi yang diprakarsai putranya.

Putra Bolsonaro yang juga senator, Flávio Bolsonaro, mengajak para pendukung berkumpul di dekat rumah sang ayah pada Sabtu malam. Melalui media sosial, ia menyerukan para pendukung untuk “berjuang demi negara”, serta menyebut aksi tersebut sebagai kesempatan berdoa untuk kesehatan ayahnya dan “kembalinya demokrasi”.

Hakim Moraes juga menyinggung kemungkinan Bolsonaro berupaya mencari perlindungan di kedutaan asing. Ia merujuk “riwayat upaya” sang mantan presiden untuk meminta suaka diplomatik. Dokumen pengadilan mencatat lokasi Kedutaan Besar Amerika Serikat yang berada sekitar 13 kilometer dari rumah Bolsonaro.

Saat ini, Bolsonaro ditahan di sebuah kantor polisi di Brasília dan dijadwalkan menjalani sidang peninjauan penahanan pada Minggu. Pada Jumat, tim kuasa hukumnya sebelumnya meminta Mahkamah Agung mengizinkan Bolsonaro menjalani seluruh masa hukumannya dalam tahanan rumah dengan pemantauan elektronik. Mereka juga meminta izin bagi Bolsonaro untuk keluar rumah demi menjalani perawatan medis atas infeksi paru-paru dan keluhan kesehatan lainnya.

Bolsonaro dinyatakan bersalah memimpin konspirasi untuk mempertahankan kekuasaannya setelah kalah dalam pemilihan presiden 2022 dari rival politiknya, Luiz Inácio Lula da Silva. Dalam putusannya, hakim menyebut Bolsonaro mengetahui rencana yang mencakup upaya pembunuhan terhadap Lula dan calon wakil presidennya, Geraldo Alckmin, serta rencana untuk menangkap dan mengeksekusi Hakim Moraes yang memimpin proses hukumnya.

Upaya tersebut gagal setelah tidak mendapat dukungan dari pimpinan angkatan darat dan angkatan udara. Lula akhirnya dilantik tanpa gangguan pada 1 Januari 2023. Namun, sepekan kemudian, ribuan pendukung Bolsonaro menyerbu gedung-gedung pemerintahan di Brasília, menyebabkan sekitar 1.500 orang ditangkap. Para hakim menyimpulkan kerusuhan itu dipicu oleh pernyataan Bolsonaro.

Hukuman 27 tahun tiga bulan yang dijatuhkan kepada Bolsonaro sempat disebut “sangat berlebihan” oleh tim kuasa hukumnya. Ia juga dilarang mencalonkan diri dalam jabatan publik hingga tahun 2060, delapan tahun setelah masa hukumannya berakhir. Bolsonaro menyebut seluruh proses hukum tersebut sebagai “perburuan penyihir” yang bertujuan mencegahnya maju dalam pemilihan presiden 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.