Bentrok Kembali Pecah di Perbatasan Thailand–Kamboja, Satu Warga Sipil Tewas

AKURAT.CO Bentrok bersenjata kembali pecah di perbatasan Thailand dan Kamboja pada Rabu (12/11), menewaskan satu warga sipil dan melukai tiga lainnya. Kedua negara saling menuduh sebagai pihak yang memulai serangan.
Bentrokan terjadi dua hari setelah Thailand menangguhkan pelaksanaan perjanjian damai yang didukung Amerika Serikat. Bangkok menyatakan langkah itu diambil setelah empat tentaranya terluka akibat ledakan ranjau darat baru di wilayah perbatasan.
Menurut Kementerian Informasi Kamboja, tembakan terjadi di wilayah perbatasan antara Provinsi Banteay Meanchey (Kamboja) dan Sa Kaeo (Thailand). Foto dan video yang dirilis menunjukkan warga sipil terluka, termasuk seorang pria yang dirawat di ambulans. AFP belum dapat memverifikasi keaslian gambar tersebut.
Perdana Menteri Kamboja Hun Manet mengecam tindakan tersebut, menyebutnya bertentangan dengan semangat kemanusiaan dan kesepakatan damai yang baru-baru ini disepakati.
Namun, pihak militer Thailand menolak tuduhan itu. Juru bicara Angkatan Darat Thailand Winthai Suvaree mengatakan pasukan Kamboja yang lebih dulu melepaskan tembakan ke wilayah Thailand. “Pasukan kami hanya berlindung dan membalas dengan tembakan peringatan. Tidak ada korban di pihak Thailand,” ujarnya.
Seorang warga desa di Kamboja mengatakan kepada AFP bahwa tembakan datang dari arah Thailand dan melukai beberapa warga. “Kami tidak melakukan apa-apa, mereka menembak begitu saja,” katanya.
Ketegangan antara Thailand dan Kamboja telah berlangsung lama, berakar pada sengketa perbatasan yang belum terselesaikan sejak masa kolonial Prancis, terutama terkait klaim atas sejumlah kuil kuno di wilayah perbatasan.
Pada Juli lalu, pertempuran terbuka sempat pecah melibatkan jet tempur dan pasukan darat, menewaskan 43 orang dan membuat sekitar 300.000 warga mengungsi. Gencatan senjata dicapai pada 29 Juli setelah mediasi dari Presiden AS Donald Trump, diplomat Tiongkok, dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim selaku ketua ASEAN.
Namun, penundaan perjanjian lanjutan oleh Thailand dan bentrokan terbaru ini menimbulkan keraguan terhadap masa depan kesepakatan damai tersebut. Thailand juga menunda pembebasan 18 tentara Kamboja yang sebelumnya ditangkap, salah satu poin utama dalam perjanjian bersama kedua negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






