Eks Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Didakwa Memicu Ketegangan Militer dengan Korea Utara

AKURAT.CO Jaksa khusus Korea Selatan resmi mendakwa mantan Presiden Yoon Suk-yeol atas tuduhan tambahan penyalahgunaan kekuasaan dan membantu negara musuh terkait penerapan darurat militer yang sempat diberlakukan singkat tahun lalu.
Dalam konferensi pers, juru bicara jaksa mengatakan Yoon diduga berupaya memicu ketegangan militer antara Korea Selatan dan Korea Utara agar memiliki alasan untuk memberlakukan darurat militer (martial law).
Menurut penyelidikan, bukti berupa pesan di ponsel salah satu pejabat militer menunjukkan adanya rencana untuk melakukan provokasi terhadap Korea Utara, dengan kata-kata kunci seperti “drone” dan “serangan bedah (surgical strike)”.
Diduga Rancang Provokasi agar Bisa Berlakukan Darurat Militer
Dalam memo internal yang ditemukan, Yoon bersama mantan Menteri Pertahanan Kim Yong-hyun dan mantan Kepala Intelijen Militer Yeo In-hyung diduga menyusun skenario agar Korea Utara melancarkan serangan terhadap Korea Selatan.
Ketiganya disebut ingin menciptakan ketegangan nasional sebagai alasan untuk menerapkan darurat militer. Selain Yoon, Kim dan Yeo juga didakwa atas tuduhan serupa.
Tim jaksa menuduh ketiga pejabat tersebut memerintahkan operasi drone rahasia ke wilayah Korea Utara untuk memicu reaksi dan membenarkan langkah pemberlakuan darurat militer.
Insiden Drone dan Bantahan dari Pihak Terkait
Pada Oktober tahun lalu, Korea Utara mengklaim bahwa Korea Selatan telah mengirim drone yang menjatuhkan selebaran anti-Pyongyang di wilayahnya, bahkan mempublikasikan foto sisa puing drone militer Korea Selatan yang dikatakan jatuh di dekat Pyongyang.
Namun saat itu, pemerintah Seoul menolak memberikan pernyataan resmi apakah drone tersebut benar berasal dari Korea Selatan.
Yoon dan Kim membantah bahwa pemberlakuan darurat militer dilakukan untuk merugikan kepentingan nasional. Sementara Yeo mengaku menyesal karena tidak menolak perintah Yoon, meski jaksa menyebut pernyataannya “tidak masuk akal” mengingat adanya catatan yang ditemukan di ponselnya.
Kasus Baru yang Guncang Politik Seoul
Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi yang membayangi kepemimpinan Yoon Suk-yeol setelah ia meninggalkan jabatannya. Proses hukum yang menjeratnya kini diawasi ketat publik dan dinilai dapat memengaruhi stabilitas politik menjelang pemilihan umum berikutnya di Korea Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan






