Uni Eropa Cabut Sanksi terhadap Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa dan Menteri Anas Khattab

AKURAT.CO Uni Eropa (UE) akan secara resmi mencabut sanksi terhadap Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa dan Menteri Dalam Negeri Anas Khattab dalam beberapa hari mendatang. Langkah ini diambil setelah Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi yang menyetujui penghapusan nama kedua pejabat tersebut dari daftar sanksi internasional.
Juru bicara Komisi Eropa, Anouar El Anouni, dalam konferensi pers di Brussel mengatakan bahwa Uni Eropa “mencatat keputusan PBB” dan akan menyesuaikannya di tingkat kebijakan Uni Eropa. “Keputusan itu akan segera diterapkan di tingkat UE,” ujarnya.
Perubahan Kebijakan Uni Eropa terhadap Suriah
Pencabutan sanksi ini menandai lanjutan perubahan kebijakan Uni Eropa terhadap Suriah, setelah pada Mei lalu blok tersebut memutuskan untuk mencabut seluruh sanksi ekonomi terhadap negara itu.
Menurut El Anouni, langkah tersebut menunjukkan upaya Eropa untuk mendukung transisi politik yang inklusif di Suriah, sekaligus mempercepat proses pemulihan sosial, ekonomi, dan rekonstruksi nasional. Ia menegaskan kembali komitmen Uni Eropa terhadap “transisi damai yang dipimpin dan dimiliki oleh rakyat Suriah sendiri.”
Sanksi Keamanan Tetap Berlaku
Meski mencabut sebagian besar sanksi, Uni Eropa masih mempertahankan pembatasan yang berkaitan dengan keamanan, termasuk embargo senjata dan langkah-langkah non-proliferasi militer. Kebijakan ini mencerminkan pendekatan yang lebih hati-hati, di mana Eropa berupaya membuka jalur ekonomi tanpa mengabaikan kekhawatiran keamanan di negara yang pernah dilanda perang tersebut.
Dukungan Internasional terhadap Resolusi PBB
Resolusi PBB yang diajukan Amerika Serikat untuk mencabut sanksi terhadap dua pejabat Suriah itu disetujui oleh 14 anggota Dewan Keamanan, dengan China abstain. Kesepakatan tersebut mencerminkan dukungan internasional yang semakin luas terhadap pemulihan hubungan diplomatik Suriah, serta perubahan dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Langkah cepat Uni Eropa dalam menyesuaikan kebijakan dengan keputusan PBB juga dianggap sebagai sinyal penting bagi rehabilitasi diplomatik Damaskus di panggung global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat







