Pengakuan Dua Negosiator Donald Trump Merasa Dikhianati Israel

AKURAT.CO Dua negosiator utama pemerintahan Donald Trump, Jared Kushner dan Steve Witkoff, mengaku kecewa dengan serangan udara Israel di Qatar yang terjadi saat proses perundingan damai Israel-Hamas bulan lalu. Pernyataan itu mereka ungkapkan dalam wawancara eksklusif program 60 Minutes.
Menurut Witkoff, serangan tersebut dilakukan Israel dengan alasan menargetkan pemimpin senior Hamas di Doha. Ia baru mengetahui kejadian itu keesokan harinya. “Saya rasa baik Jared maupun saya merasa sedikit dikhianati,” ujar Witkoff kepada koresponden 60 Minutes, Lesley Stahl.
Presiden AS saat itu, Donald Trump, menegaskan di media sosial bahwa keputusan serangan tersebut sepenuhnya dibuat oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. “Ini adalah keputusan yang dibuat oleh Netanyahu, bukan oleh saya,” tulis Trump.
Kushner mengatakan Trump sempat menilai Israel mulai “keluar kendali” dalam tindakannya. “Saya rasa dia merasa sudah waktunya bersikap tegas dan menghentikan tindakan yang tidak sesuai dengan kepentingan jangka panjang mereka,” kata Kushner.
Witkoff menambahkan, serangan Israel di Qatar memperburuk jalannya negosiasi karena Qatar merupakan penghubung penting antara mediator dan Hamas. “Serangan itu berdampak besar. Kami kehilangan kepercayaan Qatar, sementara Hamas kemudian bersembunyi, membuat komunikasi semakin sulit,” ujarnya.
Meski sempat terganggu, proses diplomasi akhirnya menghasilkan kesepakatan gencatan senjata. Dalam perjanjian itu, Hamas sepakat membebaskan seluruh sandera yang tersisa, sedangkan Israel menarik pasukannya ke “garis yang disepakati.” Pada Senin lalu, 20 sandera yang masih hidup telah dibebaskan, sementara Hamas juga menyerahkan sejumlah jenazah sandera lainnya.
Program 60 Minutes dijadwalkan menayangkan laporan lengkap berjudul “The Dealmakers” pada Minggu mendatang. Dalam tayangan itu, Kushner dan Witkoff juga akan membahas pertemuan langsung mereka dengan perwakilan Hamas serta rencana perdamaian 20 poin yang mencakup perlucutan senjata, penarikan pasukan, pembangunan kembali, dan tata pemerintahan pascaperang di Gaza.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








