Polisi Bentrok dengan Massa Demonstrasi Gen Z 212 di Maroko, Dua Tewas, Ratusan Luka

AKURAT.CO Gelombang demonstrasi Gen Z di Maroko yang menuntut reformasi pendidikan dan kesehatan terus meluas dan kini memasuki babak baru. Aksi yang dipelopori kelompok muda bernama GenZ 212 itu bahkan memicu bentrokan keras dengan aparat, hingga menewaskan sedikitnya dua orang.
Dari Aksi Damai ke Bentrokan Berdarah
Sejak akhir September 2025, ribuan anak muda turun ke jalan di berbagai kota besar seperti Casablanca, Tangier, Tetouan, hingga Rabat. Mereka menyerukan perbaikan sistem pendidikan, akses kesehatan yang lebih adil, hingga pemberantasan korupsi.
Namun, situasi memanas pada Rabu (1/10) malam di kawasan Lqliaa, dekat kota pesisir Agadir. Sejumlah demonstran berusaha menyerbu kantor polisi Maroko, diduga untuk merampas senjata dan amunisi. Polisi yang terdesak menembakkan peluru tajam. Dua orang tewas di tempat, sementara beberapa lainnya luka-luka.
“Petugas terpaksa menggunakan senjata dinas untuk membela diri,” ujar pejabat setempat kepada kantor berita MAP.
Ratusan Ditangkap, Ratusan Luka-Luka
Kementerian Dalam Negeri Maroko menyebut lebih dari 400 orang ditangkap sejak gelombang protes dimulai. Sementara hampir 300 demonstran luka-luka akibat bentrokan dengan aparat.
Meski sebagian besar aksi berlangsung damai, sejumlah insiden kekerasan mencoreng citra protes. Di Sale, dekat Rabat, massa berpenutup kepala dilaporkan membakar mobil polisi dan sebuah kantor cabang bank.
Siapa GenZ 212?
Yang menarik perhatian adalah munculnya kelompok GenZ 212. Komunitas ini dibentuk melalui platform Discord dan dengan cepat menggerakkan ribuan anak muda ke jalanan. Hingga kini, sosok pendirinya masih misterius.
Dalam pernyataan resmi, GenZ 212 menyampaikan penyesalan atas tindak kekerasan yang terjadi. Mereka menegaskan bahwa tujuan awal kelompok hanyalah menyediakan “ruang diskusi” bagi warga untuk membicarakan isu-isu penting seperti reformasi pendidikan dan kesehatan, keadilan sosial, dan perlawanan terhadap korupsi.
Latar Belakang: Kesenjangan Sosial di Maroko
Unjuk rasa besar ini tak lepas dari persoalan klasik Maroko: ketimpangan sosial. Perbedaan tajam masih terlihat antara wilayah perkotaan dan pedesaan, serta antara sektor publik dan swasta.
Di tengah tekanan ekonomi, tuntutan perubahan kian keras. Bahkan, sebagian demonstran secara terbuka meminta Perdana Menteri Aziz Akhannouch untuk mengundurkan diri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








