Cuaca Buruk Paksa Greta Thunberg dan Armada Gaza Kembali ke Spanyol

AKURAT.CO Armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza yang turut membawa aktivis iklim Greta Thunberg harus putar balik ke pelabuhan Barcelona, Spanyol, pada Senin (1/9/2025). Keputusan itu diambil hanya sehari setelah keberangkatan akibat cuaca buruk di Laut Mediterania.
Konvoi yang dikenal sebagai Armada Sumud Global ini awalnya berlayar pada Minggu (31/8) dengan membawa makanan, obat-obatan, dan air bersih. Para penyelenggara menyebut misi tersebut sebagai upaya maritim sipil terbesar ke Gaza selama perang yang telah berlangsung hampir dua tahun.
Namun, baru beberapa jam perjalanan, kapal-kapal itu terpaksa kembali ke Barcelona. Hingga kini, belum ada kepastian kapan armada tersebut akan melanjutkan perjalanan.
Apa Itu Armada Sumud Global?
Armada Sumud Global terdiri dari lebih dari 50 kapal dengan delegasi dari 44 negara. Tujuannya jelas: menembus blokade laut Israel dan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Sejumlah tokoh publik ikut serta, termasuk aktor Game of Thrones Liam Cunningham dan mantan wali kota Barcelona, Ada Colau. Armada ini dijadwalkan bertemu dengan gelombang kedua kapal di Tunisia pada Kamis mendatang.
Ancaman Israel
Rencana perjalanan armada ini mendapat respons keras dari Israel. Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dikabarkan menyiapkan skema penahanan Greta Thunberg dan penyitaan kapal. Ia bahkan mengancam akan menempatkan para aktivis di penjara khusus perempuan, Ktzi’ot dan Damon.
Menurut laporan media Israel, Ben-Gvir menilai keberadaan armada ini sebagai ancaman dan ingin menjadikannya armada polisi setelah disita.
Gaza di Tengah Krisis Kemanusiaan
Data PBB dan lembaga kemanusiaan menunjukkan Gaza kini berada di ambang kelaparan. Lebih dari 63.000 warga Palestina dilaporkan tewas sejak perang pecah, termasuk ratusan anak-anak yang meninggal akibat gizi buruk.
Greta Thunberg menyebut keikutsertaannya dalam armada ini sebagai bagian dari upaya global untuk membuka koridor kemanusiaan bagi rakyat Gaza.
“Ketika pemerintah gagal bertindak, rakyat harus turun tangan. Kita tidak bisa menerima pengepungan ilegal dan keterlibatan dunia dalam genosida di Gaza,” ujar Thunberg.
Armada Thunberg Sebelumnya Juga Dicegat
Ini bukan pertama kalinya Thunberg mencoba masuk ke Gaza. Pada Juni lalu, kapal bernama Madleen yang ia tumpangi bersama 12 aktivis lainnya dicegat militer Israel di lepas pantai Gaza. Mereka kemudian dibawa ke pelabuhan Ashdod dan dipulangkan.
Israel berdalih pencegatan itu perlu dilakukan, bahkan memperlihatkan video serangan 7 Oktober kepada para aktivis untuk menegaskan siapa yang mereka dukung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







