Moskow Peringatkan Barat: Sanksi PBB untuk Iran Bisa Picu Krisis Baru

AKURAT.CO Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam langkah Inggris, Jerman, dan Prancis yang berusaha mengaktifkan kembali sanksi PBB terhadap Iran. Moskow menyebut tindakan itu sebagai langkah “lancang” yang bisa memicu ketegangan baru.
Sehari sebelumnya, ketiga negara Eropa tersebut memicu mekanisme snapback untuk menghidupkan kembali sanksi. Mereka menuduh Teheran melanggar pakta nuklir 2015 yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Mekanisme snapback memungkinkan sanksi diberlakukan kembali dengan cepat jika Iran dianggap melanggar kesepakatan.
Namun, menurut Rusia, negara-negara Eropa tidak berwenang membawa masalah ini ke Dewan Keamanan PBB tanpa terlebih dahulu melalui prosedur penyelesaian sengketa yang sudah ditetapkan.
“Pernyataan mereka bahwa semua prosedur telah ditempuh tidak sesuai kenyataan,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan resmi.
Tuduhan Balik ke Eropa
Moskow menuding Inggris, Jerman, dan Prancis justru yang melanggar resolusi PBB. Sebab, selain mengikuti sanksi sepihak Amerika Serikat terhadap Iran, ketiga negara tersebut juga memberlakukan sanksi mereka sendiri.
“Seperti biasa, mereka tidak mengakui kesalahan sendiri, dan malah menyalahkan Teheran atas runtuhnya kesepakatan nuklir,” tegas Rusia.
Iran Dinilai Patuh, AS Justru Keluar dari Perjanjian
Rusia menegaskan bahwa Iran selama bertahun-tahun tetap mematuhi isi perjanjian, bahkan setelah AS secara sepihak keluar dari JCPOA pada 2018. Teheran juga disebut telah menyelesaikan seluruh persoalan teknis yang mengarah pada kesepakatan, hal yang sebelumnya juga dikonfirmasi Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Menurut Moskow, kegagalan melaksanakan JCPOA lebih disebabkan oleh langkah Amerika dan Eropa, sehingga tidak ada alasan untuk kembali menuntut Iran dengan sanksi yang sudah lama dicabut.
Peringatan Rusia ke Barat
Rusia memperingatkan negara-negara Barat agar “segera sadar” dan membatalkan keputusan mereka. Moskow menilai, jika sanksi dipaksakan, hal ini dapat menimbulkan “konsekuensi yang tak bisa diubah” dan berpotensi memicu tragedi baru.
“Kami yakin sikap konfrontatif terhadap Teheran tidak akan membawa hasil apa pun,” tegas Kementerian Luar Negeri Rusia.
Moskow menutup pernyataannya dengan menyerukan agar semua pihak kembali ke meja dialog dan bekerja sama untuk mencegah krisis baru di kawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu








