Akurat

23 Februari Hari Internasional Memerangi Bullying, Begini Sejarahnya

Iwan Gunawan | 23 Februari 2024, 18:30 WIB
23 Februari Hari Internasional Memerangi Bullying, Begini Sejarahnya

AKURAT.CO Hari Internasional Memerangi Bullying atau International Stand Up to Bullying Day diperingati setiap tanggal 23 Februari 2024. Hal tersebut bertujuan untuk memberantas perilaku bullying.

Diketahui, Hari Internasional Memerangi Bullying diperingati dua kali dalam setahun, yakni bulan Februari dan November. Pada bulan Februari, peringatan tersebut dilaksanakan setiap hari Jumat pada minggu terakhir dan bulan November pada hari Jumat minggu ketiga.

Baca Juga: Olimpiade Paris: Kualifikasi Masih Jalan, Ketua KOI Ingatkan Publik untuk tak Bully Atlet


Peringatan Hari Internasional Memerangi Bullying dilakukan oleh berbagai sekolah, tempat kerja dan orgnaisasi lebih dari 25 negara di seluruh dunia.

Sejarah Hari Internasional Memerangi Bullying

Hari Internasional Memerangi Bullying muncul karena ulah dari dua siswa kelas 12 Nova Scotian. Travis Price dan David Shepherd yang bersuara dan memrotes ketika seorang siswa diganggu karena mengenakan kemeja berwarna pink. Mereka membeli 50 kemeja pink di toko diskon dan mengirim email kepada teman-teman sekelasnya, untuk mengenakan kemeja pink sebagai bentuk dukungan terhadap siswa yang diintimidasi. Banyak siswa mengenakan kemeja tersebut, sedangkan sisanya datang ke sekolah dengan pakaian berwarna pink masing-masing.

Tindakan kreatif dan kebaikan mereka mendapat perhatian di Kanada, Amerika Serikat dan negara-negara lainnya. Pada tahun berikutnya Hari Internasional Memerangi Bullying menjadi viral di berbagai negara di dunia.

Hari Internasional Memerangi Bullying adalah acara semi-resmi tahunan yang berlangsung pada bulan Februari dan November. Mereka yang berpartisipasi pada hari itu, menandatangani dan mengenakan "kemeja janji" berwarna pink untuk mengecam tindakan bullying. Kaos tersebut berisi sentimen terhadap penindasan dan memberikan dukungan kepada para korban.

Peringatan ini pertama kali dilaksanakan pada bulan Februari 2008, ketika 236 sekolah, tempat kerja dan organisasi berpartisipasi dengan mengenakan kemeja ikrar berwarna pink.

Melalui bantuan yang diberikan oleh koordinator acara setiap sekolah, tempat kerja atau pun organisasi yang ikut berpartisipasi dalam menyelenggarakan peringatan tersebut. Organisasi seperti Bully Help Initiatives berkomitmen untuk mengembangkan struktur dukungan yang efektif bagi para korban.

Dampak bullying

Bullying dapat menimpa semua orang. Tindakan ini banyak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental, penggunaan narkoba hingga yang paling ekstrem melakukan bunuh diri. Maka dari itu, penting untuk berbicara dengan anak mengenai tindakan bullying.

Anak-anak yang menjadi korban penindasan dapat mengalami masalah kesehata fisik, sosial, emosional, akademis dan mental. Berikut dampak anak-anak yang terkena bullying:

- Depresi dan kecemasan, meningkatnya perasaan sedih dan kesepian, perubahan pola tidur dan makan, serta hilangnya minat terhadap aktivitas yang biasa mereka nikmati. Masalah-masalah ini mungkin berlanjut hingga dewasa.
- Keluhan kesehatan
- Penurunan prestasi akademik seperti IPK dan nilai ujian yang terstandar serta partisipasi sekolah. Mereka lebih mungkin untuk bolos atau putus sekolah.

Sejumlah kecil anak-anak yang diintimidasi mungkin akan membalas melalui tindakan yang sangat kejam.

Dalam 12 dari 15 kasus penembakan di sekolah pada tahun 1990-an, para penembak mempunyai riwayat perundungan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

I
Reporter
Iwan Gunawan
R