Kondisi Sungai Amazon Semakin Parah Akibat Kemarau Berkepanjangan

AKURAT.CO Sungai Amazon mengalami kondisi krisis setelah ketinggian air mencapai level terendah sejak 121 tahun terakhir pada Senin (16/10/2023).
Kondisi ini terjadi karena musim panas yang melanda telah mengganggu kehidupan ratusan ribu orang dan merusak ekosistem hutan di Brasil.
Dikutip dari sejumlah sumber, beberapa anak Sungai Amazon mengering secara cepat sehingga banyak kapal yang terdampar.
Ketinggian air Sungai Amazon tercatat hanya 13,59 meter jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 17,60 meter.
Level air ini menjadi rekor terendah setelah melampaui rekor sebelumnya pada 2010 lalu.
Seorang warga sekitar mengungkapkan bahwa wilayah Sungai Amazon tidak kedatangan hujan selama tiga bulan.
Selain itu, suhu udara pun menjadi lebih panas dibandingkan kekeringan sebelumnya.
Baca Juga: 5 Fakta Ikan Arapaima, Predator Air Tawar dari Sungai Amazon yang Ditemukan di Garut
Menurut Pusat Peringatan Bencana Pemerintah Brasil, Cemaden, beberapa wilayah Amazon telah mengalami tingkat hujan terendah dari Juli hingga September sejak tahun 1980.
Sementara itu, Kementerian Ilmu Pengetahuan Brasil menyalahkan kondisi kekeringan ini pada fenomena iklim El Nino. Diperkirakan kondisi kekeringan akan terus terjadi hingga Desember mendatang.
Akibatnya, kondisi ini telah mempengaruhi sekitar 481.000 orang hingga Senin kemarin.
Ancaman kekeringan yang menimpa sungai ini dapat mempersulit pasokan makanan dan air ke daerah-daerah terpencil.
Baca Juga: Menyusuri 'Kembaran' Sungai Amazon di Pacitan
Suhu air yang tinggi pun diketahui telah membunuh lebih dari 100 lumba-lumba sungai.
Menurut warga lokal, Luciana Valentin mengatakan situasi ini sangat mengkhawatirkan perihal pasokan air bersih.
"Anak-anak kami mengalami diare, muntah dan sering kali demam karena air," lanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








