Akurat

Dampak Buruk Penyebaran Kutu Busuk Di Prancis

Eko Krisyanto | 11 Oktober 2023, 14:41 WIB
Dampak Buruk Penyebaran Kutu Busuk Di Prancis

AKURAT.CO Prancis diserang wabah kutu busuk yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Serangga penghisap darah ini sebagian besar sudah hilang pada tahun 1950.

Akan tetapi serangan hama ini kembali menyebar ke berbagai wilayah di Prancis, khususnya kawasan yang menjadi tempat berkumpulnya banyak orang seperti transportasi umum, bandara, bioskop, hotel, sekolah hingga rumah sakit.

Kutu busuk merupakan serangga kecil berwarna cokelat kemerahan seukuran biji apel. Serangga itu biasa bersembunyi di kasur, sofa dan beberapa tempat lainnya.

Baca Juga: Cegah Kutu Busuk: Tips Dan Trik Mengatasi Serangan Hama Menyebalkan

Kutu busuk bisa menggigit dan memakan darah, bekas gigitan kutu busuk menyebabkan muncul bilur kemerahan pada permukaan kulit.

Area yang terkena gigitan juga akan terasa gatal atau perih seperti sensasi terbakar.

Bagi beberapa orang gigitan kutu busuk ini akan memberikan reaksi alergi yang menyebabkan gatal-gatal.

Akan tetapi terkadang terjadi beberapa kasus yang parah sebab gigitan kutu busuk yang intens sehingga menyebabkan infeksi kulit sekunder.

Rasa gatal yang disebabkan dari gigitan kutu busuk sering kali terlambat muncul, hal ini bisa terjadi karena serangga penghisap darah ini mengeluarkan sejumlah kecil anestesi (obat bius) ke tubuh orang yang terkena gigitan.

Sebab hal itu rasa gatal akan muncul setelah beberapa saat tubuh terkena gigitan dan bila digaruk akan menyebabkan pembengkakan dan pendarahan sehingga meningkatkan resiko infeksi sekunder.

Baca Juga: Kota Paris Diserang Kutu Busuk, Ini Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Penyebaran kutu busuk ini juga berdampak pada beberapa sekolah di Prancis. Berawal dari satu sekolah di Kota Marseille kemudian di Villefranche-sur Saone.

Hingga kini total sudah ada tujuh sekolah di Prancis yang tutup akibat penyebaran kutu busuk dan butuh waktu beberapa hari untuk membersihkan seluruh sekolah. 

Kutu busuk yang semula dianggap sepele pun kini menjadi isu politik yang kontroversial di Prancis. (Almira Ramadhani)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK