Akurat Logo

6 Teori Konspirasi Terkenal Di Balik Serangan WTC 9/11 Yang Mematikan

| 11 September 2023, 21:00 WIB
6 Teori Konspirasi Terkenal Di Balik Serangan WTC 9/11 Yang Mematikan

AKURAT.CO Tragedi WTC 9/11 2001 menjadi duka bagi masyarakat di dunia. Berbagai teori konspirasi di baliknya pun turut menghiasai berbagai media. Menurut laporan resminya, terdapat kurang lebih 3 ribu orang yang tewas dalam kejadian tersebut.

Seperti diketahui, pada pagi hari tanggal 11 Sepetember 2001, terdapat dua pesawat yang menabrakkan secara sengaja ke arah dua menara kembar. Bangunan yang dikenal dengan World Trade Center yang terletak di New York seketika langsung runtuh dalam 2 jam kemudian.

Meski serangan 9/11 sudah terjadi 22 tahun silam, masih ada sejumlah teori konspirasi yang menyelimuti peristiwa ini. Terutama mengenai keterlibatan AS di balik 9/11, di mana beberapa pihak menyebut pemerintah Negeri Paman Sam mengetahui hal ini namun membiarkannya terjadi.

Baca Juga: Tragedi 11 September: 22 Tahun Berlalu, Ribuan Nyawa Masih Belum Teridentifikasi

Teori Konspirasi Tragedi WTC 9/11

1. Teka-teki runtuhnya WTC 7

Serangan 9/11 tidak hanya meruntuhkan menara kembar WTC namun juga menghancurkan gedung WTC 7. WTC 7 adalah gedung pencakar langit 47 lantai yang berada di sekitar menara kembar WTC.

Runtuhnya WTC 7 mengundang tanda tanya karena bangunan ini hancur setelah menara kembar WTC runtuh, tanpa ditabrak pesawat atau menjadi sasaran langsung aksi teror. Dilansir dari AP News, gedung tersebut berisi kantor Badan Intelijen Pusat (CIA), Departemen Pertahanan, dan Kantor Manajemen Darurat.

Meski begitu, investigasi yang dilakukan National Institute of Standards and Technology menyimpulkan bahwa WTC 7 runtuh karena kebakaran hebat dan tidak terkendali. Kebakaran berlangsung selama hampir tujuh jam yang dipicu oleh puing-puing dari runtuhnya menara WTC bagian utara yang berada di dekatnya.

2. AS disebut membiarkan serangan 9/11 terjadi

Para penganut teori konspirasi juga percaya bahwa AS bertanggung jawab atas serangan 9/11. Beberapa orang mengeklaim bahwa AS melakukan serangan tersebut atau mengetahuinya terlebih dahulu namun membiarkannya tejadi.

Di sisi lain, muncul juga klaim yang disebarkan secara luas di dunia maya yang mengatakan bahan bakar pesawat tidak dapat melelehkan balok baja WTC. Dengan alasan itu, penganut teori konspirasi percaya bahwa WTC dihancurkan oleh bahan peledak, bukan pesawat yang ditabrakkan.

Namun menurut laporan resmi, pesawat yang menabrak menghancurkan kolom penyangga kedua menara dan menghilangkan lapisan anti api. Selain itu, suhu kebakaran mencapai 1.000 Celcius di beberapa area, menyebabkan balok baja melengkung dan meruntuhkan bangunan.

3. Pesawat ditembak rudal

Penganut teori konspirasi juga menilai ada keanehan di balik hancurnya Pentagon ketika serangan 9/11 terjadi. Pasalnya, bekas kerusakan bangunan di Pentagon dinilai terlalu kecil bila ditabrak oleh pesawat penumpang. Penganut teori konspirasi menyebut, kerusakan di Pentagon sebenarnya disebabkan oleh rudal yang ditembakkan sebagai bagian dari rencana pemerintah.
Namun, seorang anggota American Society of Civil Engineers membantah klaim tersebut. Ia mengatakan, ukuran dan bentuk lubang tersebut disebabkan oleh salah satu sayap Boeing 757 yang menghantam tanah dan sayap lainnya patah karena tabrakan dengan gedung.

Di sisi lain, pesawat United Airlines juga jatuh di dekat Shanksville, Pennsylvania, usai para penumpang mencoba mengambil alih kendali pesawat dari para pembajak. Teori konspirasi yang berkembang mengatakan bahwa pesawat tersebut sebenarnya ditembak jatuh oleh sebuah pesawat jet bisnis yang terbang di dekat bandara.

4. Keterlibatan agen Israel

Ada klaim bahwa agen-agen Israel mungkin sudah mengetahui sebelumnya mengenai serangan-serangan tersebut, dan ada teori yang menyatakan keterlibatan Israel dan Yahudi. Empat jam setelah serangan itu, FBI menangkap lima warga Israel yang sedang merekam kejadian WTC 9/11 dari atap sebuah van putih di tempat parkir sebuah gedung apartemen dengan tingkah yang mencurigakan.

Pihak Israel merekam peristiwa tersebut dengan video dan salah satu orang di sekitar mengatakan bahwa mereka bertindak dengan cara yang mencurigakan: "Mereka tampak bahagia, mereka tidak tampak terkejut. Saya pikir itu sangat aneh."

Van itu ditemukan milik perusahaan milik Israel bernama Urban Moving, yang diyakini FBI menyediakan perlindungan bagi operasi intelijen Israel. Kasus ini kemudian dipindahkan ke Bagian Kontra Intelijen Luar Negeri FBI. Menurut mantan kepala operasi CIA, banyak orang di komunitas intelijen AS percaya bahwa beberapa orang yang ditangkap bekerja untuk intelijen Israel.

5. Angkatan udara AS gagal mencegah serangan 9/11

Dilansir dari AP News, penganut teori konspirasi mencurigai kegagalan Angkatan Udara AS yang tidak mampu mencegat salah satu dari pesawat yang dibajak. Padahal, kata penganut teori konspirasi, AS memiliki Angkatan Udara terkuat di dunia. Mereka juga mengatakan, Wakil Presiden AS saat itu, Dick Cheney, memerintahkan militer untuk mundur dan tidak mencegat pesawat-pesawat tersebut.

Meski begitu, laporan resmi mengatakan bahwa pembajak telah mematikan transponder ketika melakukan serangan. Terlebih lagi, pada hari itu sedang berlangsung latihan militer rutin di komando pertahanan udara AS. Pengawas lalu lintas udara Colin Scoggins terus melakukan kontak dengan pihak militer dan tidak melihat adanya respons yang kurang.

Laporan resmi menyebut, ada kebingungan dan kurangnya komunikasi antara pengawas lalu lintas udara sipil (FAA) dan militer. Peralatan militer juga sudah ketinggalan zaman dan dirancang untuk mengawasi lautan untuk menghadapi ancaman Perang Dingin.

6. Peran elite Yahudi

Tidak adanya orang Yahudi yang menjadi korban serangan 9/11 juga diyakini penganut teori konspirasi sebagai hal yang janggal. Kecurigaan tersebut didasarkan pada 4.000 orang Yahudi di WTC yang telah menerima pemberitahuan sebelumnya untuk tidak masuk kerja.

Penganut teori ini menyimpulkan bahwa Israel melancarkan serangan 9/11 untuk menggiring AS agar menyerang musuh-musuh terdekatnya. Meski begitu, laporan resmi menunjukkan bahwa dari 2.071 korban serangan 9/11 yang bekerja di WTC, 119 di antaranya dipastikan sebagai orang Yahudi. Sementara itu, setidaknya 72 orang lainnya juga diyakini sebagai orang Yahudi.

Itulah keenam teori konspirasi seputar tragedi WTC 9/11 yang terjadi 22 tahun silam. Semoga kejadian serupa tidak akan terulang.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.