Akurat

Doa Mendaki Gunung dalam Islam yang Diajarkan Rasulullah

Tria Sutrisna | 6 Desember 2023, 12:29 WIB
Doa Mendaki Gunung dalam Islam yang Diajarkan Rasulullah

AKURAT.CO Rasulullah SAW mengajarkan doa mendaki gunung yang bisa dibaca dan diamalkan,  perjalanan mendaki gunung memang bukan hal yang mudah, terutama jika rutenya penuh dengan jalur terjal dan berliku-liku.

Selain menawarkan pemandangan alam yang memukau, pengalaman berharga juga sering kali didapat selama pendakian tersebut. 

Baca Juga: 5 Tips Mendaki Di Kawasan Dieng Selama Cuaca Ekstrem

Meskipun begitu, calon pendaki harus tetap waspada dan memerhatikan dengan seksama. 

Berbagai tantangan seperti adanya hewan buas, medan curam, serta kondisi cuaca yang ekstrem merupakan hal-hal yang perlu diantisipasi ketika melangkah mendaki gunung.

Sebelum memulai pendakian, mengutamakan doa sebagai permohonan keselamatan kepada Allah SWT menjadi langkah penting.

Ada beberapa doa yang bisa dibaca sebelum dan ketika sedang mendaki gunung, sebagai bentuk persiapan spiritual sebelum menapaki petualangan tersebut.

Berikut adalah doa yang dapat dibaca sebelum dan saat mendaki gunung. 

Mengutip dari laman NU Online, terdapat tiga doa yang bisa dibaca saat mendaki gunung, yaitu:

Pertama, doa yang bisa dibaca ketika mendaki gunung agar selamat bersumber dari riwayat sahabat Ibnu Umar, yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari, jilid II, karya Muhammad Ismail al-Bukhari, halaman 637 Nabi berabda;

لا إلهَ إلَّا اللَّه وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْك، ولَهُ الحَمْدُ، وَهُو عَلَى كلِّ شَيءٍ قَدِيرٌ، آيِبُونَ، تَائِبُونَ، عابِدُونَ، ساجِدُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ، صدقَ اللَّه وَعْدَهُ، وَنَصَر عَبْده، وَهَزَمَ الأَحزَابَ وحْدَه 

Lâ ilha illallhu wahdahu lâ syarîka lahu, lahul mulku wa lahul ḫamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadîr. Ayyibûna, tâ’ibûna, ‘âbidûna, sâjidûna, li rabbin ḥâmidûn, shadaqallâhu wa‘dahû, wa nashara ‘abdahû, wa hazamal ahzba wahdah.  

Artinya; “Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Esa tak ada sekutu baginya. Kekuasaan dan pujian hanya milikinya. Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kami kembali, bertobat, beribadah, bersujud, dan memuji pada Tuhan kami. Allah memastikan janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan membuat lari musuh-musuh-Nya dengan kekuatan-Nya sendiri.”

Kedua, bisa juga membaca doa ini agar mendapatkan perlindungan dari bahaya selama perjalanan.

Doa ini termaktub dalam Mirqah al-Mafatih (Ali ibn Sultan Muhammad al-Qari, Mirqah al-Mafatih syarh Misykat al-Mashabih, [Lebanon; dar Kutub Ilmiah, 201] Jilid IV, halaman 353), bahwa doa ini bisa dibaca di mana saja, agar mendapatkan keselamatan dari Allah.

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أعُوذُ بِكَ مِنَ الهَدْمِ وأعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وأعُوذُ بِكَ مِنَ الغَرَقِ وَالحَرَقِ وَالهَرَمِ وَأعُوذُ بِكَ أن يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطانُ عِنْدَ المَوْتِ وأعُوذُ بِكَ أنْ أمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِراً وأعُوذُ بِكَ أن أمُوتَ لَديغاً 

Allâhumma innî a‘ûdzubika minal hadmi wa a‘ûdzubika minat taraddî wa a‘ûdzubika minal gharaqi wal haraqi wal harami wa a‘ûdzubika an yatakhabbathanîsy syaithânu ‘indal maut wa ‘aûdzubika an amûta fî sabîlika mudbiran wa a‘ûdzubika an amûta ladîghan.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari reruntuhan (longsor), dan aku berlindung pada-Mu dari tergelincir, dan aku berlindung pada-Mu dari tenggelam (banjir), terbakar, dan tak berdaya. Dan aku berlindung pada-Mu apabila setan menjerumuskan padaku ketika akan mati, dan aku berlindung pada-Mu apabila mati dalam keadaan berbalik arah dari jalan-Mu (murtad), dan aku berlindung pada-Mu apabila mati karena disengat.” (HR Abu Daud). 

Baca Juga: Panduan Wisata Gunung Fuji Jepang, Simak Jadwal Pendakian Di Sini

Ketiga, doa saat mendaki gunung yang bertujuan untuk memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT dari segala bahaya yang mungkin terjadi selama pendakian.   

بِسْمِ اللهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، اَللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ يَا اللهُ بِعَظَمَتِكَ وَجَلَالِكَ وَكَرَمِكَ وَقُدْرَتِكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، أَنْ تَجْعَلَ لِي سَلَامَةً فِي سَمْعِي وَبَصَرِي وَدِينِي وَأَهْلِي وَمَالِي، وَأَنْ تَتَوَفَّانِي مُسْلِمًا وَأَنْ تُدْخِلَنِي الْجَنَّةَ   

Bismillah, wa lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billah. Allahumma innî as-aluka yâ Allah bi ‘adhamatika wa jalâlika wa karamika wa qudratika ‘ala kulli syai’in, an taj’al lî salâmatan fi sam‘î wa bashari wa dînî wa ahli wa mâlî, wa an tatawaffanî musliman wa an tudkhilanî al-jannata.   

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, dan tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah. Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu, wahai Allah, dengan keagungan-Mu, kemuliaan-Mu, kemurahan-Mu, dan kekuasaan-Mu atas segala sesuatu, agar Engkau menjadikan keselamatan bagi pendengaranku, penglihatanku, agamaku, keluargaku, dan hartaku. Dan agar Engkau wafatkan aku dalam keadaan muslim dan memasukkanku ke dalam surga.”

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
R