Akurat Logo

Soal Karhutla dan Candaan yang Viral, DPR Ingatkan Kepala Daerah Pentingnya Empati

Ayu Rachmaningtyas | 16 Oktober 2026, 08:00 WIB
Soal Karhutla dan Candaan yang Viral, DPR Ingatkan Kepala Daerah Pentingnya Empati
Upaya pemadaman karhutla di wilayah Kalimantan Tengah. - Foto: Antaranews.com

AKURAT.CO Celetukan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, saat membahas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuai sorotan di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Irawan, mengingatkan pejabat publik agar mengedepankan empati dan sensitivitas saat berkomunikasi mengenai bencana.

“Memang adanya karhutla memberikan dampak negatif ke masyarakat, ke perekonomian, dan sebagainya. Harusnya komunikasi pejabat publik memiliki empati. Bisa memahami dan merasakan emosi dan perasaan orang lain, apalagi bagi yang terdampak langsung dengan karhutla,” kata Ahmad, dikutip Kamis (15/10/2026).

Ia menilai karhutla telah menimbulkan dampak serius terhadap kehidupan sosial, kesehatan, dan perekonomian masyarakat setempat.

Karena itu, setiap pernyataan pejabat publik, khususnya kepala daerah, perlu mempertimbangkan kondisi warga yang terdampak, termasuk mereka yang harus menghadapi kepungan asap.

Menurut Ahmad, kepala daerah semestinya memberikan ketenangan dan membangun optimisme masyarakat, alih-alih melontarkan candaan yang dinilai tidak sensitif terhadap situasi yang sedang dihadapi warga.

“Sebaiknya kepala daerah kita membangun optimisme kepada masyarakat kebakarannya akan padam,” ucapnya.

Ia berharap sorotan terhadap pernyataan Agustiar dapat menjadi pembelajaran bagi kepala daerah lainnya dalam menjaga etika komunikasi publik, terutama saat masyarakat menghadapi situasi darurat.

“Di tengah ancaman gangguan pernapasan (ISPA) dan kerugian ekonomi yang membayangi warga Kalimantan Tengah, pejabat publik dituntut untuk fokus menghadirkan solusi nyata daripada menyisipkan humor yang tidak pada tempatnya,” tegasnya.

Sebelumnya, cuplikan video Agustiar saat membahas penanganan karhutla beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, Agustiar memaparkan bahwa hampir 97 persen pemicu karhutla berasal dari ulah manusia.

Baca Juga: MoU TEI Tembus USD13,2 Miliar, Tantangan Berikutnya Realisasi Ekspor

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.