Akurat Logo

16 Daerah di Sulawesi Selatan Hadapi Ancaman Polusi Udara, Cek Daftarnya!

Dani Zahra | 14 Oktober 2026, 09:54 WIB
16 Daerah di Sulawesi Selatan Hadapi Ancaman Polusi Udara, Cek Daftarnya!
Ilustrasi, kualitas udara di Sulawesi Selatan. - Canva

AKURAT.CO Kondisi kualitas udara di Sulawesi Selatan pada Rabu, 14 Oktober 2026, menjadi perhatian setelah data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan 16 wilayah masuk kategori tidak sehat.

Situasi ini membuat masyarakat perlu lebih cermat dalam merencanakan aktivitas harian, terutama kegiatan yang dilakukan di luar ruangan.

Baca Juga: Kualitas Udara Sulsel 13 Oktober: Makassar, Bone, hingga Gowa Berstatus Tidak Sehat

Penilaian tersebut mengacu pada konsentrasi PM2.5, yaitu partikel halus berdiameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Partikel ini berukuran sangat kecil sehingga dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat disarankan tidak mengabaikan informasi kualitas udara dan memperhatikan langkah pencegahan untuk mengurangi paparan polutan.

Ini Daftar 16 Wilayah di Sulsel

Menurut data BMKG, wilayah yang diprediksi memiliki kualitas udara kategori tidak sehat pada 14 Oktober 2026 meliputi:

  1. Makassar

  2. Gowa

  3. Maros

  4. Pangkep

  5. Barru

  6. Parepare

  7. Pinrang

  8. Sidrap

  9. Wajo

  10. Bone

  11. Sinjai

  12. Bulukumba

  13. Bantaeng

  14. Jeneponto

  15. Takalar

  16. Soppeng

Adapun delapan wilayah lainnya tercatat berada dalam kategori sedang hingga baik. Meski demikian, kondisi udara bisa berubah sehingga pemantauan secara berkala tetap diperlukan.

Tips Mengurangi Paparan Polusi Udara

BMKG mengategorikan konsentrasi PM2.5 sebesar 55,5–150,4 µg/m³ sebagai tidak sehat. Paparan polusi pada tingkat tersebut perlu diperhatikan, khususnya oleh kelompok sensitif yang lebih rentan mengalami gangguan akibat kualitas udara buruk.

Untuk mengurangi paparan, masyarakat dapat membatasi aktivitas berat di luar ruangan saat polusi meningkat. Jika harus beraktivitas di lingkungan dengan udara tercemar, penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus dapat menjadi salah satu langkah perlindungan.

Memantau pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG juga penting agar masyarakat mengetahui kondisi kualitas udara terbaru sebelum bepergian atau melakukan kegiatan di luar rumah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Dani Zahra
Reporter
Dani Zahra
Dani Zahra