Akurat Logo

Dishub DKI Evaluasi 10 Tahun Penerapan Ganjil Genap, Dampak Ekonomi Jadi Sorotan

Okto Rizki Alpino | 29 September 2026, 23:08 WIB
Dishub DKI Evaluasi 10 Tahun Penerapan Ganjil Genap, Dampak Ekonomi Jadi Sorotan
Kadishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyebut ganjil genap masih efektif dalam mengendalikan kemacetan lalu lintas. - Foto: Akurat.co/Okto Rizki Alpino

AKURAT.CO Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengevaluasi penerapan kebijakan ganjil genap yang telah berjalan selama sekitar 10 tahun.

Evaluasi mencakup efektivitas kebijakan dalam mengurangi kemacetan lalu lintas hingga dampaknya terhadap aktivitas perekonomian di sejumlah kawasan.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan, ganjil genap terbukti efektif mengurangi kepadatan lalu lintas. Namun, kebijakan tersebut juga memiliki dampak terhadap aktivitas ekonomi, sehingga perlu dikaji kembali.

"Memang ada antara perekonomian dan kemacetan. Dari sisi perekonomian menjadi kondisi yang terdampak terkait itu. Ada beberapa yang mati. Nah, ini juga akan kita lihat kembali nantinya," jelas Budi, di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, evaluasi juga akan mencakup ruas jalan yang saat ini menerapkan ganjil genap. Pemerintah akan mengkaji apakah terdapat rute yang perlu disesuaikan berdasarkan kondisi lalu lintas dan aktivitas di kawasan tersebut.

Baca Juga: Pramono Anung: Perluasan Ganjil Genap di Jalan Tol Bukan Aturan Baru

Budi mengungkapkan bahwa permintaan relaksasi ganjil genap juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan. Pelonggaran aturan berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas apabila tidak disertai kajian matang.

"Kalau minta relaksasi, pasti akan menjadi kemacetan juga. Nah, ini yang akan kita kaji lebih ulang, kita kaji lebih dalam nanti," ujarnya.

Meski evaluasi dilakukan, Budi memastikan belum ada perubahan terhadap penerapan ganjil genap pada tahun ini. Dishub DKI masih mengkaji pelaksanaan kebijakan tersebut sebagai bagian dari evaluasi 10 tahun.

Budi menilai ganjil genap masih efektif dalam mengendalikan kemacetan di Jakarta. Tanpa kebijakan tersebut, kepadatan lalu lintas berpotensi menjadi lebih tinggi.

"Kita melihat sangat efektif mengurangi kemacetan dan itu terus berlanjut," katanya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.