Pembentukan Satgas Percepat Pelayanan dan Pemenuhan Kebutuhan Warga Terdampak Gempa

AKURAT.CO Pembentukan satuan tugas (satgas) diperlukan untuk mempercepat pendataan warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur.
Menurut Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, pendataan juga penting dilakukan kepada warga yang mengungsi secara mandiri di berbagai lokasi.
Keberadaan satgas diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta jajaran pemerintahan hingga tingkat kecamatan dan desa.
"Kita memperkuat pembentukan satgas di sini. Dengan satgas kita bisa melakukan pendataan secara cepat. Karena titik pengungsian bukan hanya di sini, tetapi juga di tempat-tempat lain dan kita juga harus mendeteksi pengungsi mandiri," jelasnya, melalui keterangan resmi, Selasa (18/8/2026).
Pratikno menyatakan, percepatan pelayanan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas dalam penanganan dampak gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang terjadi Sabtu (15/8/2026) pagi.
Baca Juga: Pemerintah Harus Percepat Pemulihan Bangunan Sekolah yang Rusak Akibat Gempa
Ia menjelaskan bahwa bantuan mulai berdatangan dan dukungan untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terus diperkuat.
Selain logistik dan tenda pengungsian, pelayanan kesehatan juga ditingkatkan melalui dukungan ambulans dan tambahan tenaga dokter.
"Yang penting sekarang adalah bagaimana kebutuhan warga sehari-hari bisa dipenuhi. Layanan kesehatan, ambulans, dan dokter tambahan juga sudah mulai masuk," ujarnya.
Pratikno menyampaikan bahwa penanganan di lapangan harus dilakukan secara terpadu dan sinergis dengan melibatkan seluruh unsur terkait.
Kecepatan pelayanan kepada masyarakat menjadi kunci pada tahap tanggap darurat, sebelum pemerintah memasuki tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Baca Juga: Menko PMK Pastikan Layanan Kesehatan dan Bantuan Logistik Dikebut untuk Korban Gempa NTT
"Satgas dibentuk bersama kepala daerah, Dandim, Kapolres secara sinergis dengan relawan dan BPBD. Semuanya bersinergi mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Pelayanan masyarakat secepat-cepatnya diberikan, setelah itu berbicara rehabilitasi dan rekonstruksi," jelasnya.
Pemulihan pascagempa tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan kondisi seperti sebelum bencana, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kembali infrastruktur, memperkuat sistem pelayanan, serta memulihkan kehidupan masyarakat agar lebih baik, lebih kuat, dan lebih aman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat









