Minat Baca Warga Jakarta Meningkat, Kunjungan Perpustakaan Tembus 614 Ribu Orang

AKURAT.CO Peringatan HUT ke-46 Perpustakaan Nasional RI menjadi momentum memperkuat transformasi perpustakaan sebagai ruang publik yang adaptif, modern dan inklusif di tengah perubahan zaman.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, menjelaskan, perpustakaan saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku. Melainkan berkembang menjadi pusat pengetahuan, ruang kolaborasi, ruang belajar sepanjang hayat, hingga wadah tumbuhnya kreativitas masyarakat.
"Perpustakaan harus mampu menjadi ruang ketiga yang terbuka bagi semua kalangan. Mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja muda, komunitas kreatif hingga masyarakat umum," katanya, kepada Akurat.co, Senin (18/5/2026).
Nasruddin mengungkapkan, tren literasi masyarakat Jakarta terus menunjukkan peningkatan positif.
Hal itu tercermin dari nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Provinsi Jakarta tahun 2025 yang mencapai 95,03, meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar 94,16 dan masuk kategori sangat tinggi.
Baca Juga: Buku The Art of Simple Leadership, Ungkap Cara Jerry Hermawan Lo Membangun Kepemimpinan
Peningkatan juga terlihat dari jumlah kunjungan ke Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin. Pada 2023, jumlah pengunjung tercatat 377.290 orang kemudian meningkat menjadi 480.927 orang di tahun 2024 dan kembali naik menjadi 614.984 orang pada 2025.
Dispusip Provinsi Jakarta mencatat, dalam kurun waktu 2023-2025, jumlah pengunjung perpustakaan meningkat sekitar 63 persen.
"Kenaikan ini dari hasil revitalisasi dan rebranding perpustakaan serta pengembangan fasilitas dan program literasi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat," ujar Nasruddin.
Selain jumlah pengunjung, aktivitas literasi juga mengalami peningkatan signifikan. Pada 2024 terdapat 534 kegiatan literasi kemudian meningkat menjadi 761 kegiatan di tahun 2025 atau naik sekitar 42,51 persen.
Kegiatan tersebut meliputi diskusi buku, pelatihan, bedah film, kelas kreatif hingga forum komunitas.
Pemanfaatan koleksi buku juga meningkat tajam. Pada 2023 tercatat 57.308 penggunaan koleksi buku, lalu melonjak menjadi 272.661 penggunaan pada 2024 dan kembali meningkat menjadi 654.771 penggunaan pada 2025.
Nasruddin menambahkan, perkembangan platform perpustakaan digital seperti iJakarta turut memperkuat budaya membaca masyarakat.
Masyarakat kini datang ke perpustakaan tidak hanya untuk membaca tetapi juga berdiskusi, membangun jejaring, mencari inspirasi, hingga menghasilkan karya.
"Literasi hari ini bukan hanya kemampuan membaca buku tetapi kemampuan membaca perubahan zaman," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat



