Gandeng Advokat, Kemendes Dorong Kades Lebih Paham Hukum

AKURAT.CO Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menggandeng Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional untuk memperkuat pemahaman hukum bagi kepala desa dan perangkat desa.
Langkah ini dinilai penting mengingat pemahaman aspek hukum menjadi fondasi utama agar setiap kebijakan dan keputusan di tingkat desa tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Yandri menekankan, masih banyak kepala desa yang belum memahami aturan secara menyeluruh sehingga berpotensi melakukan kesalahan yang tidak disengaja.
Padahal, kepala desa memiliki peran strategis dalam mengelola anggaran, menyusun kebijakan, hingga menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat.
Karena itu, penguatan kapasitas hukum dinilai menjadi kebutuhan mendesak.
“Kita membela kepala desa yang memang tidak tahu aturannya, bukan yang secara sengaja korupsi. Mereka tidak berniat melakukan korupsi, tetapi karena ketidaktahuan, langkah yang diambil menjadi tidak sesuai aturan. Maka mereka perlu dibantu dan dipahamkan hukum,” ujar Yandri saat audiensi dengan DPN Peradiprof di Kantor Kementerian Desa PDT, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Baca Juga: Soal Tuduhan ke Teddy Indra Wijaya, Politisi PDIP Desak Amien Rais Klarifikasi atau Minta Maaf
Ia menjelaskan, kerja sama ini akan difokuskan pada program edukasi, pelatihan, dan pendampingan hukum bagi aparatur desa.
Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Selain itu, kolaborasi ini juga ditujukan untuk menghadirkan program pendampingan dan literasi hukum yang komprehensif bagi kepala desa di seluruh Indonesia.
“Dengan dukungan advokat profesional, para kepala desa diharapkan mampu memahami regulasi yang berlaku, mulai dari pengelolaan dana desa hingga penyusunan peraturan desa,” jelasnya.
Sementara itu, Pendiri sekaligus perwakilan Peradiprof, Fauzie Yusuf Hasibuan, menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan organisasinya untuk terlibat aktif dalam memberikan literasi hukum kepada aparatur desa.
Ia menilai, peningkatan kapasitas hukum di tingkat desa akan berdampak langsung pada tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel, sekaligus mendorong pembangunan nasional secara menyeluruh.
“Kekuatan Indonesia ada di desa. Jika desa tidak baik, maka negara juga tidak akan kuat. Karena itu, kami siap bekerja sama untuk memberikan pendidikan hukum,” ujarnya.
Langkah ini juga dinilai sebagai upaya preventif untuk meminimalisir potensi pelanggaran hukum yang kerap terjadi akibat kurangnya pemahaman regulasi.
“Dengan kepala desa yang melek hukum, pembangunan desa diharapkan berjalan lebih optimal, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Baca Juga: Inter Milan Juara Serie A, Christian Chivu Raih Scudetto sebagai Pelatih dan Pemain
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








