DPRD Jakarta Minta Masyarakat Tolak Bayar di Tempat Parkir Ilegal

AKURAT.CO Ketua Panitia Khusus (Pansus) Parkir DPRD Jakarta, Jupiter, mengatakan pihaknya tidak akan tebang pilih dalam penegakan aturan. Salah satunya, dalam menertibkan parkir ilegal di Jakarta.
Untuk itu, pihaknya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi parkir ilegal di ibu kota. Empat titik langsung jadi sorotan yaitu Sentra Timur, Universitas BSI Rawamangun, Gedung LIA Pangadegan, dan Cikini Gold Center, Jakarta Pusat.
"Izin parkir harus diurus, tidak boleh dibiarkan ilegal. Jangan sampai jukir pinggir jalan yang cari sesuap nasi ditindak, sementara operator besar di gedung-gedung dibiarkan. Hukum tidak boleh tumpul ke atas tajam ke bawah," ujarnya, Rabu (1/10/2025).
Baca Juga: DPRD Jakarta Segel 4 Lokasi Parkir Ilegal, Operator Nakal Kena Semprit
Untuk itu, dia mengingatkan masyarakat agar tidak segan melaporkan praktik parkir ilegal langsung ke DPRD Jakarta. "Kalau menemukan parkir ilegal, laporkan ke gedung rakyat. Kami pastikan aduan masyarakat akan ditindaklanjuti," imbuhnya.
Jupiter juga mengimbau masyarakat untuk tidak membayar parkir kepada operator ilegal. Menurut dia, selain merugikan warga, praktik tersebut juga mengemplang pajak daerah.
"Setiap pembayaran parkir resmi sudah termasuk pajak 10 persen yang harus disetorkan ke Bapenda. Kalau ilegal, uang itu hilang, potensi PAD bocor," tegasnya.
Penyegelan pertama dilakukan di Apartemen Sentra Timur, Jakarta Timur. Lokasi hunian padat dengan lima tower itu disebut meraup omzet parkir hingga Rp2 miliar per bulan.
Baca Juga: Parkir Ilegal di Lahan Pemprov Jakarta di Lebak Bulus Tak Miliki Izin Resmi
"Pertanyaannya, ke mana bocornya PAD dari sektor parkir ini," kata Jupiter.
Padahal, dari sektor parkir, Provinsi Jakarta seharusnya bisa mengantongi lebih dari Rp1,4 triliun per tahun. Dana sebesar itu bisa dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mulai dari membangun sekolah negeri, layanan kesehatan, hingga program bantuan pendidikan KJP-KJMU serta subsidi pangan.
"Potensi dari sektor perparkiran ini luar biasa. Kalau dikelola benar, hasilnya bisa kembali ke rakyat Jakarta," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








