PIK 2 dan Harapan Baru Kebangkitan Ekonomi Maritim di Pesisir Banten

AKURAT.CO Pengembangan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 di Kabupaten Tangerang tak sekadar proyek properti berskala besar.
Lebih dari itu, kawasan ini digadang-gadang menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi pesisir dan kejayaan maritim Indonesia.
Direktur Maritime Strategic Center (MSC), Muhammad Sutisna, menilai bahwa proyek PIK 2 memiliki nilai strategis dalam membangkitkan kembali ruh maritim Nusantara yang pernah jaya di masa lampau.
“Secara historis, wilayah pesisir selalu menjadi pusat peradaban. Di situlah aktivitas ekonomi, sosial, politik, dan budaya tumbuh dan berkembang,” ujar Sutisna, dikutip pada Sabtu (5/4/2025).
Sutisna, lulusan FISIP UIN Syarif Hidayatullah dan Magister Sekolah Kajian Stratejik dan Global UI, menjelaskan bahwa kejayaan Nusantara dalam sejarah tak bisa dilepaskan dari kekuatan maritimnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo: Arsitek Strategi Besar Menuju Indonesia Emas
Ia mencontohkan kerajaan-kerajaan besar seperti Sriwijaya dan Majapahit, serta kesultanan maritim seperti Banten, Gowa, dan Aceh, yang tumbuh besar karena kekuatan laut dan potensi pesisir.
Namun, realitas saat ini justru bertolak belakang. Banyak wilayah pesisir Indonesia terpuruk dalam kemiskinan dan ketertinggalan.
Kawasan yang dulu menjadi pusat kejayaan kini identik dengan kekumuhan dan keterbatasan akses pembangunan.
“Pesisir kita hari ini sangat memprihatinkan. Banyak masyarakatnya hidup dalam garis kemiskinan. Padahal, potensi mereka luar biasa,” jelasnya.
Dengan hadirnya PIK 2, Sutisna berharap kawasan ini dapat menjadi episentrum baru pertumbuhan ekonomi di pesisir utara Tangerang.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dalam merevitalisasi pesisir Indonesia.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk investor dan pelaku usaha, untuk menata ulang kawasan pesisir. PIK 2 bisa menjadi titik balik kebangkitan ekonomi maritim, sekaligus membuka peluang kerja dan usaha bagi masyarakat setempat,” tutup Sutisna.
Baca Juga: Nonton Film Hangout LK21 atau Rebahin Sulit Diakses? Cek 7 Situs Streaming Resmi dan Legal di Sini!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









