Pekerja Tambang Di Kalbar Mengaku Diusir TKA: Kita Sudah Merdeka Belum Sih?

AKURAT.CO Taufik, seorang warga Medan, Sumatera Utara, diusir dan tak diperbolehkan bekerja meski telah merantau ke Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Ironisnya, pelaku adalah seorang tenaga kerja asing (TKA) yang mencari nafkah di lokasi yang sama.
Taufik mengatakan, peristiwa ini terjadi pada 26 Juli 2023 sekitar pukul 04.00 WIB di site Tumbang Titi, Ketapang. Saat itu, Taufik yang tengah beristirahat di kamar karyawan PT SRM, bangun dengan terkejut saat pintu kamarnya digedor oleh sejumlah orang tak dikenal.
"Kita digedor. Enggak tahu masuk caranya bagaimana ke dalam. Apakah dibobol atau ada kuncinya, kami enggak tahu," kata Taufik kepada wartawan, dikutip Senin (28/8/2023).
Menurutnya, ada sekitar 10 orang 'tamu tak diundang' yang tiba-tiba masuk ke tempat tinggalnya, yang dihuni 6 orang karyawan PT SRM. Dari gerak-gerik dan cara mereka masuk, Taufik sudah tahu ada yang tak beres.
"Yang datang itu masyarakat lokal sekitar 10 orang, tapi salah satunya TKA. Dia terjun langsung untuk mengusir kami," katanya.
Menurut Taufik, TKA berinisial LX yang memerintahkan orang-orang lokal itu untuk mengusir mereka. Tak hanya itu, Taufik dan rekannya juga menerima tindak kekerasan dan ancaman.
"Kalian pulang ke Medan! Masyarakat sudah mengepung lokasi. Kalau mau selamat, pulang kampung sekarang," kata Taufik menirukan ucapan TKA yang menyatroninya.
Sebelum dipaksa pergi meninggalkan kamar saat itu juga, nomor kartu ponsel Taufik dan rekannya juga dirampas agar tak menghubungi pihak perusahaan dan kembali ke lokasi tersebut.
"Kalau kalian hubungi pihak perusahaan atau siapapun, kalian gak akan selamat," demikian ancaman LX pada Taufik dan rekannya.
Taufik dan rekannya sempat diantar menggunakan speed boat ke Dermaga Pesaguan oleh pihak pengusir. Taufik sempat berpikir dia dan rekannya akan ditenggelamkan di Sungai Ketapang, meski itu tidak terjadi.
Dari Dermaga Pesaguan, Taufik menuju bandara untuk pulang kampung di Medan, Sumatera Utara. Namun karena baru bekerja selama 5 hari dan belum mendapat bayaran, dia kebingungan membeli tiket pesawat.
Beruntung, rekan Taufik menghafal nomor ponsel salah satu atasan, hingga akhirnya mereka dibelikan tiket pesawat.
Yoshua, salah satu rekan Taufik yang turut dalam pengusiran itu, menyebut Taufik trauma akibat peristiwa itu.
Terlebih itu adalah kali pertama Taufik meninggalkan Sumatera dan bekerja di Kalimantan.
"Udah trauma dia, udah gak mau lagi dia merantau ke Kalimantan. 'Udah bagus kerja di Sumatera' katanya," ujar Yoshua.
Taufik mengaku tak habis pikir dengan peristiwa yang menimpanya. Ini lantaran dirinya bekerja sesuai prosedur, dan perusahaan tempatnya bekerja juga memiliki dokumen legal sehingga tak menyalahi aturan.
"Ini WNA yang mengusir. Kenapa kita di negeri sendiri, kita di zalimin. Perusahaan kita ada izin. Kita sudah merdeka belum sih? Apa ada 'oknum' yang mendukung WNA itu hingga dia bisa berbuat semena-mena kepada kami?" ujarnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang






