Piala Dunia 2026: Usai Kasus 'Intervensi' Donald Trump, FIFA Kini Dituding Sengaja Selamatkan Messi dan Argentina

AKURAT.CO, Panggung Piala Dunia 2026 benar-benar diguncang badai kontroversi. Belum sempat riuh publik mereda akibat skandal intervensi Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Presiden FIFA Gianni Infantino, kini polemik baru yang tidak kalah panas meledak usai laga babak 16 besar antara Argentina vs Mesir.
Keberhasilan sang juara bertahan, Argentina, melakukan epic comeback dramatis dengan kemenangan 3-2 atas The Pharaohs-julukan Mesir-di Stadion Atlanta, Atlanta, Amerika Serikat, Selasa (7/7/2026), langsung diwarnai gelombang protes keras.
Keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang dinilai janggal karena membatalkan gol kedua Mesir di menit-menit krusial,dituding menjadi titik balik yang sengaja dirancang untuk meloloskan Lionel Messi dan kolega ke babak perempat final.
Sebelum skandal laga Argentina vs Mesir pecah, FIFA sudah lebih dulu menjadi bulan-bulanan kritik. Sehari sebelumnya, Donald Trump secara terbuka mengaku telah meminta FIFA untuk meninjau ulang dan mencabut sanksi kartu merah striker AS, Folarin Balogun. Anehnya, induk organisasi sepakbola dunia itu langsung menuruti kemauan sang presiden.
Meski pada akhirnya AS tetap didepak Belgia dengan skor telak 4-1, di mana Balogun tetap bermain namun gagal berdampak, keputusan FIFA tersebut dinilai telah mencoreng integritas turnamen.
Jika dalam kasus AS amarah publik terbagi antara Trump dan FIFA, dalam kasus laga di Atlanta, seluruh murka skuad Mesir ditumpahkan sepenuhnya kepada organisasi pimpinan Gianni Infantino tersebut. FIFA dituding memiliki agenda terselubung untuk menjaga agar daya tarik utama turnamen tidak hilang prematur.
Usai peluit panjang berbunyi, pelatih kepala Mesir, Hossam Hassan, tidak mampu lagi membendung kekecewaannya. Di hadapan awak media, legenda sepakbola Mesir ini secara blak-blakan berspekulasi bahwa perangkat pertandingan berada di bawah tekanan besar untuk memastikan langkah megabintang Argentina tetap mulus.
"Mungkin mereka memang ingin Messi tetap berada di dalam persaingan juara," kata Hossam Hassan dikutip laman Aljazeera.
Hassan menilai, jalannya pertandingan sudah tidak lagi murni ditentukan oleh taktik di atas rumput hijau, melainkan ada kekuatan tidak terlihat yang ikut campur tangan.
"Dalam sepakbola, terkadang ada faktor eksternal yang melampaui aspek teknis permainan. Sang juara bertahan (Argentina) mendapatkan dukungan di setiap level," ketus pelatih berusia 59 tahun tersebut.
Piala Dunia 2026 di Amerika Utara ini memang sejak awal tidak pernah sepi dari sorotan politik dunia. Namun, rentetan peristiwa dalam 48 jam terakhir dinilai para pakar telah berada di titik yang mengkhawatirkan.
Aksi saling tuding dan keputusan-keputusan kontroversial dari ruang VAR kini membuat publik bertanya-tanya tentang integritas kompetisi. Batas tegas antara sportivitas murni olahraga dan kepentingan politik-bisnis global kini dinilai kian buram dan bias di panggung tertinggi sepakbola.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 3Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 4Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 5Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 6Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 8Jokowi Temui Prabowo di Kertanegara Bersamaan dengan Putusan MK soal Gibran, Ada Apa?
- 9Febrie Adriansyah Didakwa Memeras Tan Kian Rp55 Miliar agar Tidak Jadi Tersangka Korupsi Jiwasraya
- 10Sidang Perdana Kasus Asabri-Jiwasraya, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ikuti Pembacaan Dakwaan







