Belgia Murka FIFA Izinkan Balogun Main setelah Kartu Merah, Pelatih Sindir: Saya Kira Ini April Mop!

AKURAT.CO Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) melontarkan protes keras terhadap keputusan FIFA yang mengizinkan striker Amerika Serikat Folarin Balogun tampil menghadapi Belgia di babak 16 besar Piala Dunia meski sebelumnya menerima kartu merah dan hukuman larangan bermain otomatis.
Keputusan kontroversial tersebut diumumkan FIFA pada Minggu (5/7/2026), sehari sebelum duel Amerika Serikat kontra Belgia di Seattle. FIFA menyatakan pelaksanaan hukuman satu pertandingan terhadap Balogun ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun, sehingga penyerang berusia 25 tahun itu tetap bisa turun ke lapangan.
Langkah FIFA langsung memicu kemarahan kubu Belgia yang menilai keputusan tersebut bertentangan dengan regulasi turnamen.
Pelatih Belgia: Ini Seperti Lelucon April Mop
Pelatih tim nasional Belgia, Rudi Garcia, menjadi salah satu sosok yang paling vokal mengkritik keputusan FIFA.
Dengan nada menyindir, Garcia mempertanyakan dasar keputusan badan sepak bola dunia tersebut.
"Saya tidak tahu kalau 5 Juli ternyata adalah 1 April di Piala Dunia. Ini seperti lelucon April Mop," kata Garcia.
Komentar tersebut mencerminkan kekecewaan Belgia yang merasa aturan disiplin turnamen diterapkan secara tidak konsisten.
Belgia Sebut FIFA Langgar Aturannya Sendiri
Dalam pernyataan resmi, RBFA menegaskan bahwa regulasi FIFA secara jelas menyebut pemain yang menerima kartu merah otomatis harus menjalani hukuman larangan bermain pada pertandingan berikutnya.
Federasi Belgia mengacu pada sejumlah aturan, termasuk Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFA dan Pasal 10.5 Regulasi Piala Dunia 2026, yang secara tegas menyatakan bahwa kartu merah langsung maupun tidak langsung berujung pada suspensi otomatis.
RBFA juga menyebut ketentuan tersebut telah disampaikan FIFA kepada seluruh peserta melalui surat edaran resmi dan berbagai pertemuan teknis sebelum turnamen berlangsung.
"Demi melindungi hak seluruh tim peserta dan menjaga prinsip fair play, kami sedang mempelajari seluruh opsi yang tersedia," tegas RBFA.
Pernyataan itu memunculkan spekulasi bahwa Belgia dapat menempuh jalur hukum atau mengajukan protes resmi kepada FIFA.
Muncul Dugaan Intervensi Politik AS
Kontroversi semakin besar setelah sejumlah media Amerika Serikat melaporkan adanya keterlibatan pejabat tinggi AS dalam upaya membatalkan hukuman Balogun.
Laporan The New York Times menyebut Presiden Donald Trump dikabarkan menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta peninjauan ulang kartu merah yang diterima Balogun.
Setelah FIFA mengumumkan keputusannya, Trump langsung memberikan respons positif.
"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membalikkan sebuah ketidakadilan besar!" tulis Trump melalui platform Truth Social.
Sementara itu, laporan Politico menyebut Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick juga terlibat dalam komunikasi di balik layar dengan pejabat FIFA terkait kasus tersebut.
Meski demikian, Gedung Putih belum mengonfirmasi adanya intervensi langsung dari pemerintahan AS.
Jadi Keputusan Langka dalam Sejarah Piala Dunia
Keputusan FIFA ini menjadi sorotan karena disebut sebagai kasus pertama sejak 1962 di mana pemain yang menerima kartu merah di Piala Dunia tetap diizinkan tampil pada pertandingan berikutnya.
Balogun sebelumnya diusir wasit pada menit ke-64 saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 di babak 32 besar. Ia dinilai melakukan pelanggaran setelah menginjak kaki bek Bosnia Tarik Muharemovic saat berebut bola.
Keberadaan Balogun menjadi sangat penting bagi Amerika Serikat. Hingga babak gugur, ia telah mencetak tiga gol dan menjadi salah satu pemain kunci dalam upaya AS mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2002.
Kontroversi ini diperkirakan akan terus bergulir, terutama jika Balogun tampil menentukan dalam pertandingan melawan Belgia.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 3Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 4Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 5Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 6Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 8Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 9Gerindra Minta Polemik Ijazah Gibran Dihentikan, Jangan Ganggu Stabilitas Politik
- 10KPK Butuh Keterangan Nusron Wahid soal Aliran Uang dan Peran Pihak-pihak Lain








