Piala Dunia 2026: Messi Menggila di Laga Perdana, Lionel Scaloni Ingatkan Argentina Tak Percaya Diri Berlebihan

AKURAT.CO, Timnas Argentina membuka langkahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan setelah menundukkan Aljazair 3-0 pada laga grup J yang berlangsung di Kansas City Stadium, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026) pagi WIB.
Sorotan utama pertandingan tentu tertuju kepada Lionel Messi. Kapten La Albiceleste itu tampil luar biasa dengan memborong seluruh gol Argentina sekaligus mencatatkan hat-trick bersejarah di turnamen sepakbola terbesar dunia tersebut.
Tiga gol yang dicetak Messi bukan hanya membawa Argentina meraih tiga poin penting, tetapi juga membuatnya menyamai rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Koleksi 16 gol miliknya kini sejajar dengan legenda Jerman, Miroslav Klose.
Selain itu, laga kontra Aljazair menjadi penampilan ke-200 Messi bersama Tim Nasional Argentina. Pemain berusia 39 tahun tersebut juga mencatat sejarah sebagai pesepakbola pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia.
Meski kembali menyaksikan aksi luar biasa sang kapten, Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mengaku tidak lagi terkejut dengan pencapaian Messi yang terus bertambah dari tahun ke tahun.
"Hal-hal yang dilakukan Messi sulit dijelaskan, tetapi pada titik ini saya sudah tidak terkejut lagi," ujar Lionel Scaloni usai pertandingan dikutip Reuters.
Menurut Scaloni, kemenangan atas Aljazair menjadi modal positif bagi Argentina dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia. Namun, ia menegaskan bahwa perjalanan masih panjang dan timnya tidak boleh terlena oleh hasil di laga pembuka.
"Tim ini tahu bahwa siapa pun bisa mengalahkan kami. Jika kami sedikit saja terlalu percaya diri, lawan mana pun bisa menang. Di Piala Dunia ini banyak hal aneh dan sulit terjadi. Jika kami melakukan segalanya dengan benar, akan sulit untuk mengalahkan kami," katanya.
Pelatih berusia 48 tahun itu menilai kekuatan utama Argentina saat ini bukan hanya kualitas individu para pemain, melainkan kekompakan yang telah terbangun di dalam tim.
"Ketika situasi menjadi sulit, hubungan antarpemain dan semangat kebersamaan itulah yang membantu kami melewati semuanya," tambah Scaloni.
Kemenangan tersebut sekaligus menghapus kenangan buruk Argentina yang gagal meraih hasil maksimal pada laga pembuka di Piala Dunia 2018 dan 2022. Selanjutnya, La Albiceleste akan menghadapi Austria dalam pertandingan kedua grup J.
"Masih ada jalan yang sangat panjang untuk mencapai akhir turnamen. Namun selalu baik untuk memulai dengan kemenangan, karena itu jelas memperkuat segalanya," ujar Scaloni.
Sementara itu, pelatih Aljazair Vladimir Petkovic mengakui bahwa timnya kesulitan menghentikan pengaruh Messi sepanjang pertandingan. Meski demikian, ia menilai sejumlah kesalahan yang dilakukan anak asuhnya turut mempermudah sang megabintang mencetak gol.
"Kualitas itu bersifat permanen, karena kita tidak sedang membicarakan pemain biasa. Kita berbicara tentang pesepakbola yang telah memenangi Ballon d'Or tujuh atau delapan kali sepanjang kariernya," kata Petkovic.
Petkovic secara khusus menyoroti proses terjadinya dua gol pertama Messi yang menurutnya berawal dari kelengahan lini pertahanan Aljazair.
"Sayangnya, kami juga memberinya peluang pada gol pertama dan kedua. Kami membuatnya lebih mudah mencetak gol. Namun Messi, dengan kejernihan pikirannya pada momen-momen penting pertandingan, bisa melakukan banyak hal dengan jauh lebih mudah," ujarnya.
Meski kecewa dengan hasil akhir, pelatih asal Swiss keturunan Bosnia-Herzegovina itu menolak menyalahkan individu tertentu. Ia meminta timnya segera bangkit dan menjadikan kekalahan dari Argentina sebagai bahan evaluasi menghadapi dua laga tersisa di fase grup.
"Kami bisa menyalahkan diri sendiri, tetapi kami harus bekerja lebih keras dan belajar dari pertandingan ini. Kami harus memastikan tim tetap memiliki keyakinan, karena kami tahu kami mampu melakukannya," tegas Petkovic.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 3Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 4Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 5Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 6Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 8Jokowi Temui Prabowo di Kertanegara Bersamaan dengan Putusan MK soal Gibran, Ada Apa?
- 9Febrie Adriansyah Didakwa Memeras Tan Kian Rp55 Miliar agar Tidak Jadi Tersangka Korupsi Jiwasraya
- 10Sidang Perdana Kasus Asabri-Jiwasraya, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ikuti Pembacaan Dakwaan







