Inter Milan Pilih Chivu Gantikan Simone Inzaghi, Prioritaskan DNA Ketimbang Pragmatisme

AKURAT.CO, Memilih Cristian Eugen Chivu sebagai pelatih untuk menggantikan Simone Inzaghi jelas bukan merupakan pilihan yang pragmatis bagi Inter Milan. Chivu direkrut karena pemain ini sangat mengenal Inter.
Inter Milan resmi mengumumkan Chivu sebagai pelatih anyar pada Senin (9/6) untuk menggantikan Simone Inzaghi yang memilih hengkang setelah empat musim bersama Nerazzuri.
Memilih Chivu juga berarti Inter Milan membutuhkan sosok pelatih yang bisa mempertahankan konsistensi tim dalam empat lima musim terakhir sejak masa surut satu dekade.
Baca Juga: Simone Inzaghi Resmi Tinggalkan Inter Milan, Disebut Bakal Latih Al Hilal
Sebelum Chivu datang, Inter menjalani lima musim kebangkitan ditandai dengan dua gelas Serie A Italia, dua Piala Italia, dan dua kali lolos ke final Liga Champions. Inter juga selalu bermain di Liga Champions sejak 2018.
Lahir di Resita, Rumania, 26 Oktober 1980, Chivu menghabiskan sebagian besar karier sepakbola dan kepelatihannya bersama Inter. Sebagai pemain, ia membela Inter selama tujuh musim pada 2007-2014.
Chivu masuk dalam skuad Inter yang meraih trigelar pada 2010 bersama Jose Mourinho di bangku pelatih. Ia pensiun bersama Inter di akhir musim 2013-2014 dan empat tahun kemudian memulai karier sebagai pelatih.
Baca Juga: Manajemen Inter Milan Tegaskan Kekalahan atas PSG tak Berdampak Pada Posisi Simone Inzaghi
Karier kepelatihannya pun dimulai di Inter dimulai dari tim U-14. Dari sana meningkat ke U-17, U-18, dan tiga musim di Inter Milan U-19 sebelum hengkang ke Parma pada Februari lalu.
Chivu sukses menyelamatkan Parma dari jurang turun kasta dan membawa klub tersebut mengakhiri musim di peringkat ke-16 klasemen akhir. Capaian di Parma membuat Inter memilih Chivu sebagai nahkoda baru.
“Kami ingin menyelesaikan musim sebaik mungkin, dan kita semua harus memiliki gairah yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil. Kami perlu efisien dan efektif,” kata Chivu.
Pengalaman bermain bersama Inter dan melatih dari berbagai jenjang usia di klub tersebut memastikan bahwa Chivu mengenal DNA Nerazzuri.
Inter berharap sang pelatih bisa membawa klub dengan nilai-nilai yang dikenal tifosi semasa ia berseragam biru-hitam: dedikasi, pengorbanan, dan etos kerja tanpa lelah.
Tugas pertama Chivu adalah memimpin Inter di penyisihan grup Piala Dunia Antar Klub 2025. Pertandingan pertama adalah menghadapi Monterrey di Los Angeles, Amerika Serikat, Rabu (18/6).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








